25 October 2020, 22:30 WIB

Cara Lewis Hamilton Protes Kebrutalan Polisi Nigeria


Mediaindonesia.com | Olahraga

Juara dunia enam kali Lewis Hamilton mengenakan kaus bertuliskan pesan yang memprotes kebrutalan polisi di Nigeria ketika wawancara pra-lomba di Grand Prix Portugal, Minggu (25/10).

Baca juga: https://mediaindonesia.com/read/detail/65276-hamilton-kecewa-dengan-hasil-gp-italia

Warga Nigeria telah melakukan unjuk rasa selama beberapa pekan melawan unit polisi, Special Anti-Robbery Squad (SARS), atau skuad khusus anti-perampokan, yang dituding oleh aktivis selama bertahun-tahun melakukan kekerasan, penghindaan, penyiksaan dan pembunuhan.

"Aku harus menunjukkan ini," kata Hamilton ke Sky Sports sembari memperlihatkan kaus hijau bertuliskan #EndSARS.

Hamilton merupakan satu-satunya pebalap kulit hitam yang ada di grid Formula 1.

Pebalap Britania itu kemudian berganti mengenakan kaus "Black Lives Matter" untuk upacara pra-lomba yang khusus ditujukan untuk menyampaikan pesan memerangi ketidakadilan rasial, salah satu komitmen F1 tahun ini.

F1 bulan lalu mengeluarkan peraturan pra dan pascalomba baru terkait cara berpakaian pebalap setelah Hamilton di Grand Prix Tuscan mengenakan kaus bertuliskan, seperti diterjemahkan, "Tangkap polisi yang membunuh Breonna Taylor".

Taylor, seorang pekerja berkulit hitam warga Amerika Serikat, terbunuh oleh petugas kepolisian yang mendobrak pintu rumahnya di Louisville, Kentucky pada Maret.

"Banyak aturan yang dibuat untukku selama beberapa tahun ini dan itu tidak akan menghentikanku," kata Hamilton seperti dilansir Reuters. (Ant/OL-12)

BERITA TERKAIT