25 October 2020, 13:56 WIB

Sudah 599 Jenazah Dimakamkan dengan Protokol Covid-19 di Gowa


Lina Herlina | Nusantara

SEJAK pandemik Covid-19 muncul, sudah 599 jenazah dimakamkan di pekuburan khusus Covid-19 milik Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan, di Jalan Teratai Indah, Macanda, Kabupaten Gowa, Sulsel.

Kepala Sub Bagian Hubungan Masyarakat Kepolisian Resor Gowa Ajun Komisaris M Tambunan menyebutkan, 599 jenazah yang dimakamkan itu,  terdiri dari 362 jenazah pria dan 237 jenazah wanita. Menurutnya, setiap hari, terdapat penambahan jenazah yang dimakamkan karena terinfeksi Covid-19. "Kemarin, masih ada jenazah yang dimakamkan," menurutnya, Minggu (25/10).

"Dengan terus bertambahnya jumlah jenazah yang dimakamkan diharapkan seluruh masyarakat Sulsel dan secara khusus warga Kabupaten Gowa tetap menjaga kesehatan dengan mengikuti protokol kesehatan," tambah Tambunan.

Ia menambahkan, dengan terus menerapkan 3M, yaitu menjaga jarak, memakai masker dan rajin mencuci tangan, penyebaran virus korona dapat  diminimalisir bersama.

Hingga 24 Oktober 2020, kasus baru Covid-19 di Indonesia mencapai angka 4.074. untuk Sulsel sendiri ada penambahan 65 kasus menjdi 17.893 kasus Covid-19. Yang sembuh 55 orang, sehigga totalnya menjadi 15.564 orang  yang sembuh.

Meski demikian, sebenarnya, sejak awal Oktober, Sulsel dinyatakan keluar dari zona merah penyebaran Covid-19. Satu dari 24  kabupaten/kota di Sulsel, dilaporkan sudah masuk zona hijau atau kategori dengan penularan Covid-19 yang terkendali, yaitu Kabupaten Soppeng.

Data Satgas Percepatan Penanganan Covid-19 Sulsel terkait peta resiko zonasi Covid-19 menyebutkan, di Sulsel tidak ada lagi zona merah. Kota Makassar sebagai episentrum Covid-19 di Sulsel sudah tercatat masuk zona oranye, diikuti Kabupaten Bulukumba, Gowa, Barru, Pinrang, Enrekang, Luwu, Tana Toraja, Palopo, Luwu Utara, dan Luwu Timur.

Ketua Tim Konsultan Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Sulsel, Prof Ridwan Amiruddin, yang juga Ketua Perhimpunan Ahli Epidemiologi  Indonesia (PAEI) Sulsel menyebutkan, meski kasus Covid-19 cenderung stabil namun laju penularan masih fluktuatif.

Dia berharap masyarakat tetap disiplin menerapkan protokol kesehatan sebagai upaya pencegahan Covid-19. Upaya penanganan Covid-19 di Sulsel juga dimaksimalkan melalui program trisula. Program itu adalah, tracking  massive, aggressive testing, hingga public health education.

"Angka kesembuhan kita di Sulsel memang terus mengalami perbaikan. Namun demikian angka posotivity rate masih berfluktuasi masih berkisar di angka 5% hingga 12%. Makanya digenjot terus untuk pemeriksaan," ungkap  Guru Besar Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Universitas Hasanuddin  (Unhas) ini.

BERITA TERKAIT