25 October 2020, 11:48 WIB

IDI Sebut Vaksin Beri Harapan Tekan Kasus Covid-19 bukan Hilang


Fachri Audhia Hafiez | Humaniora

IKATAN Dokter Indonesia (IDI) sepakat vaksin covid-19 bukan untuk tidak menghilangkan pandemi seutuhnya. Vaksin hanya memberikan harapan menekan laju penularan virus tersebut.

"Kalau harapan besar iya, untuk menekan laju covid-19," kata Ketua Umum IDI Daeng M Faqih dalam program Crosscheck #FromHome by Medcom.id bertajuk 'Tergesa Vaksin, Berani Jamin?', Minggu (25/10).

Daeng mengatakan, dia berpegangan pada pendapat pakar-pakar kesehatan yang berpendapat sama. Di sisi lain, kandidat vaksin juga masih memasuki fase uji klinis tahap akhir. Khususnya yang dipesan Indonesia.

Baca juga: Pandemi Covid-19, Perempuan Memikul Beban Lebih Berat

Ia meminta pemerintah mempersiapkan diri untuk memastikan masyarakat bisa menerima vaksin. Banyaknya hoaks terkait vaksin membuat masyarakat menjadi takut.

"Vaksin ini banyak penolakan kalau tidak disiapkan matang. Kenapa? Karena di berita simpang siur ya banyak masyarakat masih banyak yang khawatir. Ini harus diselesaikan," ucap Daeng.

Selain itu, IDI juga mendorong kepastian keamanan hingga khasiat vaksin yang perlu digaungkan pemerintah. Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) juga harus memastikan itu.

"Kalau tidak disiapkan dengan baik pasti kekhawatiran tentang keamanan itu muncul," ucap Daeng.

Indonesia akan kedatangan total 9,1 juta vaksin covid-19 dari tiga produsen berbeda asal Tiongkok yakni Sinovac, Sinophram, dan CanSino. Vaksin tersebut akan hadir di Indonesia secara bertahap mulai November hingga Desember 2020.

Vaksin tahap awal tersebut akan diprioritaskan untuk tenaga kesehatan. Selain itu, vaksin juga dikhususkan bagi warga berusia 18-59 tahun. (OL-1)

BERITA TERKAIT