25 October 2020, 11:41 WIB

Makassar Akan Terapkan TPS Keliling untuk Warga Positif Covid-19


Lina Herlina | Nusantara

KOMISI Pemilihan Umum (KPU) Kota Makassar berencana menerapkan Tempat Pemungutan Suara (TPS) keliling bagi warga Makassar yang pada hari pencoblosan, 9 Desember nanti, terkonfirmasi positif covid-19.

Hanya saja, Komisioner KPU Makassar, Divisi Teknis Penyelenggaran, Gunawan Mashar mengungkapkan detail perlakuan khusus tersebut masih menunggu peraturan KPU (PKPU).

"Itu masih wacana. Tapi, secara umum, akan ada TPS keliling, khususnya untuk TPS yang ada di dekat rumah sakit yang melakukan isolasi," ungkap Gunawan, Minggu (25/10).

Baca juga: Bawaslu Sukabumi Tegur Semua Paslon karena Langgar Prokes

Meski demikian, dia mengatakan, bila calon pemilih terpapar covid-19 melakukan isolasi mandiri di rumah, TPS keliling juga akan mendatangi rumahnya.

"Pihak KPU juga akan memberi perlakukan khusus terhadap kelompok penyelenggara pemungutan suara (KPPS) yang bertugas mendatangi para pemilih yang terkonfirmasi positif," kata Gunawan.

"KPPS yang akan memungut suara pasien covid-19 akan kita bekali dengan APD (alat pelindung diri) yang lengkap. Cuma memang detailnya akan kita jelaskan nanti jika sudah ada regulasinya," sambung Gunawan.

Selain calon pemilih yang positif covid-19, pemilih yang bersuhu tubuh di atas 37,3 derajat celcius juga akan diberi perlakukan khusus. Mereka akan mencoblos di luar TPS yang telah disiapkan

"Ada perlakuan khusus, ketentuan bahwa nanti setiap TPS ada disediakan bilik khusus, di luar TPS. Bilik khusus ini ditujukan untuk pemilih yang suhunya di atas 37,3 derajat celcius. Jadi setiap TPS, disiapkan satu bilik khusus. Intinya protokol kesehatan berlaku di semua TPS," tegas Gunawan.

Setiap TPS akan disiapkan empat bilik di dalam TPS. Ketentuan ini merupakan hasil simulasi dan rancangan KPU RI.

"Supaya proses pemungutan suara berjalan lebih cepat, kita siapkan empat TPS. Selain itu, kita tambahkan lagi satu bilik khusus di luar TPS," seru Gunawan.

Dalam proses pemilihan di TPS bakal diterapkan protokol kesehatan yang ketat. Mulai dari saat memasuki TPS, hingga hendak meninggalkan lokasi TPS.

"Sebelum masuk TPS nanti, harus cuci tangan, keluar cuci tangan lagi. Penanda tinta itu tidak dicelupkan, tapi ditetesi. Ada petugas yang akan tetesi tinta. Jarak kursi antarpemilih juga diatur satu meter," lanjut Gunawan. (OL-1)

BERITA TERKAIT