25 October 2020, 10:10 WIB

Perwira Jadi Kurir Narkoba, Kapolda Riau Marah


Rudi Kurniawansyah | Nusantara

KAPOLDA Riau Inspektur Jenderal (Irjen) Agung Setya Imam Effendi meradang lantaran anak buahnya, Kompol Imam Zaidi Zaid, 55, yang sehari-hari menjabat sebagai Kasi Identifikasi Ditreskrimum Polda Riau tertangkap menjadi kurir sabu-sabu sebanyak 16 kilogram (Kg).

Penangkapan perwira kepolisian bersama rekan kurirnya Hendry Winata, 51, Jumat (23/10) malam, berlangsung bak film action dengan tabrakan dan tembakan serta videonya viral di media sosial.

"Kemarin, dia mungkin anggota tapi hari ini tidak. Makanya saya hanya menyebut nama namun pangkatnya tidak. Karena dia sudah tidak punya pangkat," tegas Agung di Pekanbaru, Sabtu (24/10).

Baca juga: Mabes Polri Janji Hukum Mati Perwira yang Terlibat Narkoba

Agung mengatakan kepolisian akan menuntaskan proses hukum kepada kedua tersangka sekaligus mengejar pemilik barang haram tersebut.

Bahkan, Agung yang sangat geram meminta majelis hakim memberikan hukuman yang berat terhadap perwira polisi yang disebutnya sebagai pengkhianat bangsa itu.

"Kita selesaikan proses hukum, baik internal maupun pertanggungjawaban hukum terkait undang-undang narkoba yang harus dia pertanggungjawabkan. Saya harap hakim memberikan hukuman yang layak untuk pengkhianat bangsa ini," tukas Agung.

Sejauh ini, lanjut Agung, pihaknya sudah mengantongi nama bandar narkoba yang menjadi pemilik barang bukti 16 Kg sabu-sabu tersebut.

Tim polisi akan terus mengejar pelaku dan membongkar jaringan mafia narkoba yang telah secara nyata melibatkan perwira kepolisian.

"Saya imbau saudara Heri, pemilik 16 Kg sabu ini, agar menyerahkan diri. Kita akan kejar dan beri tindakan tegas," ujar Agungt.

Pengungkapan kasus narkoba jenis sabu yang melibatkan anggota Polri itu terjadi pada Jumat (23/10) sekitar pukul 20.00 WIB di Jalan Soekarno Hatta/Arengka 1, depan Showroom Arengka Auto Mall Pekanbaru, Riau.

Dalam penangkapan itu, Imam Zaidi Zaid mengalami luka tembak pada lengan atas dan luka terdapat proyektil di bagian punggung. Sedangkan tersangka Hendry Winata warga Jalan Permata Perum Villa Permata Indah Blok E No. 25, Payung Sekaki, Pekanbaru mengalami luka pada kepala akibat benturan dashboard pada saat tabrakan mobil.

Adapun barang bukti diamankan yakni sebanyak 16 bungkus besar berisikan sabu-sabu, 2 tas ransel warna hitam dan coklat, mobil Opel Blazer warna hitam BM 1306 VW yang dipakai kedua tersangka, dan 2 ponsel yakni Iphone warna silver dan Samsung Android warna hitam.

Kronologi penangkapan bermula pada Jumat (23/10) sore sekitar pukul 16.00 WIB, tim mendapat informasi akan ada transaksi narkoba jenis sabu di wilayah Kota Pekanbaru.

Kemudian, tim melakukan penyelidikan di daerah Jalan Arengka 1 Pekanbaru, setelah mengetahui ciri-ciri dari orang yang akan melakukan transaksi tersebut maka pada pukul 19.00 WIB. Tim membuntuti kendaraan yang dipakai oleh tersangka yaitu Opel Blazer warna Hitam BM 1306 VW melintas melewati Jalan Arengka 1 dan berbelok ke arah Jalan Arifin ahmad.

Selanjutnya, mobil tersebut berhenti di Jalan Parit Indah Pekanbaru, setelah beberapa lama menunggu, mobil tersebut berbalik arah ke jalan Sudirman sehingga tim melakukan pengejaran.

Pada saat dilakukan pengejaran, salah satu tersangka membuang tas di jalan dan langsung diamankan oleh anggota sedangkan tim lain tetap mengejar mobil tersangka.

Setelah beberapa saat tersangka melarikan diri, tim menembak ke arah dalam mobil beberapa kali serta menabrak mobil tersangka di Jalan Soekarno Hatta / Arengka 1 depan Showroom Arengka Auto Mall Pekanbaru. (OL-1)

BERITA TERKAIT