25 October 2020, 09:38 WIB

Mabes Polri Janji Hukum Mati Perwira yang Terlibat Narkoba


Yakub Pryatama Wijayaatmaja | Politik dan Hukum

DIREKTORAT Reserse Narkoba Polda Riau menembak Kompol IZ lantaran terlibat kasus penyalahgunaan 16 kilogram sabu.

Kadiv Humas Polri Irjen Pol Argo Yuwono mengungkapkan tindakan tegas tersebut merupakan bentuk komitmen dalam memberantas peredaran narkoba.

Menurutnya, siapa pun yang terlibat narkoba, termasuk anggota, harus ditindak.

Baca juga: Anak Muda Berperan Besar Satukan Indonesia

"Komitmen Kapolri Jenderal Polisi Idham Azis sangat jelas dan dan tegas. Anggota yang terlibat harus dihukum mati karena sebenarnya dia tahu undang-undang dan dia tahu hukum," ungkap Argo, Sabtu (24/10).

Sebelumnya, jajaran Direktorat Reserse Narkoba Polda Riau menangkap tiga orang terkait peredaran narkotika di Jalan Soekarno Hatta (Soetta) Pekanbaru, Riau, Jumat (23/10) malam.

Salah satu tersangkanya adalah Kompol IZ yang menjabat sebagai Kasi Identifikasi Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Riau.

Penangkapan terhadap Kompol IZ berlangsung dramatis karena terlibat kejar-kejaran dengan pelaku hingga akhirnya berhasil ditangkap di Jalan Soekarno Hatta Pekanbaru.

Alih-alih menyerah, Kompol IZ tumbang seketika saat peluru panas bersarang kakinya. Kompol IZ dilumpuhkan tim polisi karena diduga sempat melawan saat dilakukan penangkapan.

Argo pun mengingatkan seluruh anggota Polri agar tidak main-main dengan barang haram tersebut. Terlebih ikut andil dalam sindikat tersebut.

"Jangan coba-coba memakai apalagi menjadi bandar. Pimpinan Polri tidak akan mentoleransi. Hukumannya mati!" tegas jenderal bintang dua itu.

Argo melanjutkan, proses pemecatan Kompol IZ dari keanggotaan Polri menunggu vonis pengadilan. Jika yang bersangkutan dinyatakan bersalah atau terbukti maka sanksi pemecatan menanti.

"Kita tunggu hasil vonisnya seperti apa," terangnya. (OL-1)

BERITA TERKAIT