25 October 2020, 09:01 WIB

75 Ribu Siswa SMK Ikuti Program Sertifikasi Bahasa Inggris TOEIC


mediaindonesia.com | Humaniora

KEMENTERIAN Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) melalui Direktorat Sekolah Menengah Kejuruan (DSMK) telah membuka peluang bagi SMK di seluruh Indonesia untuk memperoleh bantuan sertifikasi internasional melalui program SMK English Challenge 2020 atau Fasilitasi Ujian Sertifikasi Internasional Kemampuan Bahasa Inggris dengan TOEIC (Test of English for International Communication) bagi Siswa SMK.  

Program ini merupakan salah satu upaya Kemdikbud mewujudkan rencana besar pemerintah dalam menyiapkan SDM Indonesia yang unggul. Fasilitasi sertifikasi TOEIC ini telah secara resmi diluncurkan pada Juli 2020 dengan harapan lulusan SMK di Indonesia dapat tersertifikasi secara internasional dan dapat memiliki nilai saing saat memasuki dunia kerja.

“Saat ini, penyaluran Fasilitasi Ujian Sertifikasi International TOEIC telah sampai pada tahap implementasi tes TOEIC bagi siswa SMK yang lolos seleksi. Animo keikutsertaan SMK di seluruh Indonesia tetap tinggi terlepas dari situasi pandemi ini," tegas Jenny Lee, Direktur International Test Center, pada keterangan pers, Minggu (25/10)

Berdasarkan data  yang dihimpun dari tim penyelenggara, program ini berhasil diikuti oleh 1.352 SMK yang tersebar di 34 provinsi di seluruh Indonesia. 

Sebanyak 196.450 siswa telah menjalankan proses seleksi dan menghasilkan 75 ribu siswa terbaik untuk dipilih sebagai penerima bantuan sertifikasi TOEIC.

Jenny Lee menambahkan bahwa di tengah pandemi Covid-19, International Test Center (ITC) selaku penyelenggara sertifikasi TOEIC berkomitmen memberikan setiap tahapan implementasi program dengan baik untuk menjamin kualitas output yang dihasilkan.

"Dimulai dengan tahapan sosialisasi yang diberikan melalui berbagai platform seperti video conference, portal news di website, social media, serta layanan pusat informasi," jelas Jenny.

Tahapan berikutnya yaitu seleksi menggunakan readiness assessment VIERA diberikan dalam dua opsi pengerjaan yaitu bisa melalui mobile phone atau dengan gawai lainnya seperti komputer untuk memudahkan para siswa dalam mengikuti seleksi.

Bagi para siswa  yang lolos seleksi, ada tahapan Pembelajaran yang diberikan oleh tim Pakar (Akademik) Pembelajaran TOEIC dari ITC selama satu bulan. 

Sekitar 1,500 guru bahasa Inggris diberikan Bimbingan Teknis terkait cara mengajar TOEIC yang efektif kepada siswa. Selama periode Pembelajaran, siswa bisa mengikuti sesi video conference yang dipimpin oleh Ibu Hafilia Ismanto (ETS Approved Facilitator) dengan dibantu oleh tim akademik melalui webex event yang difasilitasi oleh Direktorat SMK dan live streaming YouTube.

Paket materi pembelajaran dan persiapan TOEIC diberikan dalam bentuk materi Google Classroom dan TOEIC Practice Book-Digital Version agar siswa siap menghadapi ujian TOEIC.

Sementara itu, uIka Kurniawati, S.Pd, Wakil Ketua Kurikulum SMK Muhammadiyah Kesesi, Musi, Sumatera selatan mengatakan,"Ada berbagai manfaat mengikuti program ini, seperti sertifikat TOEIC merupakan sertifikasi yang diakui secara internasional dan dapat digunakan oleh para lulusan SMK sebagai bekal dalam bersaing di dunia kerja local maupun global."

"Setiap SMK akan memperoleh data pengujian kemampuan bahasa Inggris para siswa, baik hasil seleksi (VIERA) maupun ujian sertifikasi TOEIC, serta data hasil ujian TOEIC dapat dimanfaatkan oleh Direktorat SMK dan Dinas Pendidikan dalam proses perekrutan program-program beasiswa, pertukaran pelajar ke luar negeri dan program internasional lainnya,” ucap Ika.

Hal senada disampaokan Ida Zuraida dari SMKN  6 Bandung dan Ketua MGMP Bahasa Inggris Jawa Barat. 

"Sekolah kami telah mengikuti kegiatan ujian TOEIC ini selama kurang lebih 10 tahun, dan bagi siswa yang mengikuti tes sangat merasa bangga karena mereka jadi punya pembeda penguasaan bahasa Inggris dan juga berguna untuk siswa yang ingin melanjutkan kerja karena kemampuan bahasa Inggris mereka telah tersertifikasi," ucap Ida.

Ria Relita, Guru Bahasa Inggris SMK Wikrama Bogor. juga mengatakan,"Sekolah kami mengikuti SMK English Challenge—Program Fasilitasi TOEIC dari Direktorat SMK agar siswa-siswa kami dapat mendapatkan sertifikasi bahasa Inggris TOEIC."

"Banyak sekali manfaat, kita dapat mengukur kemampuan dan dapat belajar bahasa Inggris, selain itu fasilitas yang diberikan sangat memuaskan misalnya dengan adanya supervisor tes yang membantu pelaksanaan tes. Semoga kegiatan SMK English Challenge ini dapat terus berjalan dan berkembang pada waktu yang akan datang," kata Ria. (RO/OL-09)

 

 

BERITA TERKAIT