25 October 2020, 08:47 WIB

Ini Prokes Wajib Saat Menonton Film di Bioskop Jakarta


Hilda Julaika | Megapolitan

MULAI pekan ini, seluruh manajemen bioskop di Jakarta sudah diperbolehkan kembali beraktivitas. Meski demikian, masyarakat tetap diwajibkan menerapkan protokol kesehatan yang ketat di tengah masa PSBB Transisi ini.

Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Parekraf) menyebut seluruh manajemen yakni CGV, Cinepolis, dan XXI sudah mengantongi persetujuan untuk beroperasi kembali berdasarkan verifikasi yang dilakukan Dinas Parekraf dan tim Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Provinsi DKI Jakarta.

Adapun sejumlah protokol kesehatan yang wajib dilakukan merujuk pada Surat Keputusan Kadisparekraf Nomor 259 tahun 2020. Setidaknya terdapat 9 protokol kesehatan yang wajib dilakukan apabila masyarakat ingin menonton film di bioskop selama masa PSBB transisi.

Baca juga: PSBB Transisi, Taman Margasatwa Ragunan Masih Sepi Pengunjung

Pertama, penonton wajib menerapkan prinsip 3M yakni, menggunakan masker, menjaga jarak, dan mencuci tangan sebelum maupun setelah menonton.

Kedua, kapasitas penonton di bioskop dibatasi maksimal 25% saja. Sementara itu, untuk pemesanan tiket hanya bisa dilakukan secara daring. Lalu, proses pembayarannya pun hanya boleh dilakukan secara non tunai atau cashless.

Kelima, pengelola bioskop wajib mengelola kursi penonton dengan mengatur jarak minimal satu meter. Keenam, penonton dilarang makan dan minum selama berada di ruang bioskop. Penonton juga tidak diperbolehkan berpindah-pindah tempat duduk.

Selanjutnya, petugas di bioskop diwajibkan memakai masker, face shield, dan sarung tangan.

Protokol yang terakhir adalah pendataan penonton baik secara daring atau manual dilakukan dengan mencantumkan nama pengunjung, nomor HP, dan 6 digit angka pertama NIK.

Adapun untuk update terbaru kasus covid-19 di pekan kedua PSBB Transisi per hari ini, tercatat jumlah kasus aktif di Jakarta sampai saat ini sebanyak 12.481.

Adapun jumlah kasus konfirmasi secara total di Jakarta sampai hari ini sebanyak 100.220 kasus. Dari jumlah total kasus tersebut, total orang dinyatakan telah sembuh sebanyak 85.586 dengan tingkat kesembuhan 85,4%, dan total 2.153 orang meninggal dunia dengan tingkat kematian 2,1%, sedangkan tingkat kematian Indonesia sebesar 3,4%. (OL-1)

BERITA TERKAIT