25 October 2020, 05:40 WIB

Sumpah Pemuda di Mata Guru dan Siswa


GALIH AGUS SAPUTRA | Weekend

SOBAT Medi, sebentar lagi kita akan kembali memperingati salah satu hari bersejarah untuk negara kita tercinta. Hari bersejarah itu, tak lain ialah peringatan Sumpah Pemuda atau yang lebih tepatnya diperingati setiap 28 Oktober.

Dalam kehidupan sehari-hari, bagaimana sih cara kalian menerapkan kalimat yang ada dalam janji para pejuang kemerdekaan itu? Kalau teman kita dari SDN Karang Asem 03, Batang, Jawa Tengah, yang satu ini menerapkan semua kata-kata yang ada dalam teks Sumpah Pemuda itu dengan belajar sungguh-sungguh.

Naila Chandra Fauziyah, teman kita yang saat ini masih duduk di kelas enam itu juga mengamalkan teks dengan cara menunjung tinggi persatuan dan kesatuan. Bahkan, ia juga selalu berusaha menggunakan bahasa Indonesia dengan baik dan benar.

“Makna Sumpah Pemuda bagi saya adalah ikrar dan sumpah para pemuda Indonesia yang sangat penting untuk kemajuan Indonesia, yaitu mempersatukan Bangsa Indonesia,” kata teman kita, yang akrab disapa Naila ini kepada Medi melalui aplikasi obrolan, Kamis (22/10).

Naila yang saat ini juga masih belajar di rumah biasa mempelajari Sumpah Pemuda lewat internet. Hal yang sama juga dilakukan adik kita dari TK Pertiwi, Tlogo, Prambanan, Jawa Tengah, Muhammad
Azam Albarkatih.

Kepada Medi, Azam mengatakan, ia menerapkan Sumpah Pemuda dengan cara yang sederhana, yakni dengan berteman dengan siapa saja. “Menghargai dan berbahasa yang baik dan sopan,” tutur adik kita yang masih duduk di kelas TK A ini.

Sementara itu, teman kita dari SD Labschool Cibubur, Bekasi, Jawa Barat, Gamanta Bazza Atraya, mengaku suka belajar Sumpah Pemuda dari buku sejarah. Tak hanya itu, di masa sebelum pandemi ia
juga suka berkunjung ke museum Sumpah Pemuda untuk merayakan hari bersejarah ini.

Dari situ ia kemudian belajar bahwa menghormati keberagaman suku bangsa dan menghargai pendapat orang lain ialah sesuatu yang sangat penting. Tak hanya menguntungkan satu sisi, tetapi juga menguatkan semuanya.

“Saling menyemangati untuk berjuang menggapai cita-cita dan mengajak untuk mencintai negara Indonesia dengan segenap jiwa raga,” kata teman kita yang suka nonton Youtube dan belajar  matematika ini.

Sumber prestasi


Lantas bagaimana dengan Sumpah Pemuda di mata bapak atau ibu guru kita ya sobat Medi? Ibu guru TK Pertiwi, Eli Wahyu Yuni Esti menceritakan Sumpah Pemuda baginya ialah usaha untuk selalu memberikan pengetahuan kepada murid-murid. Hal itu perlu dilakukan agar kita siap menghadapi modernisasi dan globalisai dan tidak lupa menanamkan sikap disiplin sejak dini.

Dengan disiplin pada ketentuan, aturan, maupun norma, katanya, semua akan berjalan sebagaimana mestinya. Hal itu tentunya juga akan berpengaruh atau menjadi sumber prestasi dan proses belajar siswa.

“Agar generasi saat ini terus semangat melangkah lebih baik dalam meniti masa depan yang cemerlang,” tutur ibu guru yang mengajar di kelompok B ini kepada Medi.

Sementara itu, Ibu Marellia Prihatna Kusumawardani menjelaskan, Sumpah Pemuda adalah titik balik dari semangat para pemuda, yang dalam hal ini untuk mencintai tanah air dan bangsa. Sebagai generasi penerus, kita mengilhami bahwa pemuda Indonesia merupakan cerminan bangsa. Maka dari itu, lanjutnya, jika pemuda bersatu, bangsa ini akan menjadi maju.

Ibu guru SDN Karang Asem 3, Batang, Jawa Tengah, itu juga menceritakan, di masa pandemi seperti saat ini, edukasi yang dapat diberikan kepada peserta didik ialah dengan memberikan curahan motivasi dan semangat. Meskipun saat ini kita masih melakukan aktivitas dan kegiatan belajar dari rumah, kita tetap bisa berprestasi dan yakin bahwa tidak lama lagi pandemi ini berakhir.

“Peringatan Sumpah Pemuda tahun ini sangat istimewa karena dilakukan di rumah. Jadi kegiatan yang dilakukan juga fokus pada kegiatan di sekitar rumah. Kami memberikan kegiatan pada anak-anak berupa semangat menjaga lingkungan, mencari informasi tentang Sumpah Pemuda lewat media cetak maupun elektronik yang mereka miliki, dan membuat poster tentang Sumpah Pemuda sebagai wujud semarak peristiwa Sumpah Pemuda ini,” tutur ibu guru yang akrab disapa Bu Marellia itu.

Dengan adanya peringatan Sumpah Pemuda tahun ini, Ibu Marellia juga berharap agar pelajar bisa memberikan torehan prestasi yang membanggakan untuk bangsa dan negara. Selain itu, ia juga
berharap agar para siswa dapat menjadi insan yang berakhlak dan berbudi pekerti luhur, jujur, tanggung jawab, serta tidak lupa akan sejarah perjuangan bangsa. Hal itu diperlukan supaya nanti ke depannya, para siswa dapat menghargai setiap keringat yang keluar dari diri mereka sendiri maupun orang lain.

Ibu Eli, sebelumnya, juga sempat menceritakan peringatan Sumpah Pemuda tahun ini dirayakan dengan cara memberikan apresiasi kepada siswa yang rajin mengumpulkan tugas di masa belajar dari
rumah.

“Selain itu, kami juga mengucapkan terima kasih kepada orangtua yang telah bersedia membimbing dan menjadi motivator kapada anak selama masa belajar dari rumah. Memberi motivasi kepada
siswa agar tetap semangat belajar meskipun dengan cara belajar dari rumah. Salam Sumpah Pemuda, tetap semangat,” pungkasnya. (M-1)

BERITA TERKAIT