25 October 2020, 06:17 WIB

Pandemi Membuka Peluang Dunia Digital


Dmr/Put/J-2 | Megapolitan

MESKI pandemi covid-19 melemahkan beberapa sektor, kondisi tersebut justru ikut membuka pintu peluang di dunia digital. Pandemi membuat kegiatan masyarakat lebih leluasa lantaran bisa dilakukan secara daring serta bebas memilih tempat untuk bekerja dan belajar.

Hal itu disebut sebagai kebebasan baru atau kemerdekaan baru yang bisa dinikmati siapa pun. Karena adanya keterbatasan aktivitas di luar rumah, aktivitas masyarakat di dunia digital menjadi lebih banyak.

Demikian dikatakan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan di sela-sela diskusi daring, kemarin. “Ekonomi sebenarnya memang mengalami kontraksi. Namun, jumlah transaksi digital mengalami peningkatan yang cukup signifikan selama periode pembatasan sosial berskala besar ini.”

Selama penerapan PSBB, terang Anies, transaksi digital seperti belanja online dan pembayaran digital mengalami kenaikan signifikan. Ia menyebut transaksi digital di Indonesia saat ini meroket hingga 64,5% dan pertumbuhan digital juga naik hingga 37,4%.

Menurut dia, kondisi itu ialah peluang besar. Pemerintah pun harus memanfaatkan peluang tersebut dengan mendorong pelaku UMKM untuk mampu beradaptasi dan beralih ke digital. “Perlu kita antisipasi dan sebagian antisipasinya ialah memastikan usaha kecil dan menengah (UKM) mampu bersaing. Di masa lalu ketika Anda memiliki toko kecil di lingkungan sekitar, Anda dapat mengandalkan komunitas sebagai pembeli serta orang-orang datang dan membeli,” tukasnya.

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, imbuh Anies, akan membantu para pelaku UMKM untuk berpindah ke bisnis digital. “Jadi kita perlu menemukan cara untuk memastikan bahwa transformasi ini, transaksi digital ini, juga memungkinkan bagi pelaku UMKM,” katanya.

Sementara itu, terkait dengan kesembuhan pasien covid-19 di Ibu Kota, Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit pada Dinas Kesehatan DKI Jakarta Dwi Oktavia membeberkan jumlah kasus konfi rmasi positif secara total hingga Jumat (23/10) sebanyak 99.158 kasus.

Dari jumlah tersebut, total orang dinyatakan telah sembuh sebanyak 84.430 dengan tingkat kesembuhan 85,1%. Kemudian, total 2.138 orang meninggal dunia dengan tingkat kematian 2,2%. “Berdasarkan data Dinas Kesehatan DKI Jakarta, dilakukan tes PCR sebanyak 10.590 spesimen. Dari jumlah tes itu, sebanyak 8.472 orang telah dites PCR. Hasilnya, 852 orang positif dan 7.620 orang negatif,” pungkasnya. (Dmr/Put/J-2)

BERITA TERKAIT