25 October 2020, 05:50 WIB

Dengan 3M, Libur Panjang Tetap Aman


Ruta Suryana | Politik dan Hukum

PEKAN depan, libur akhir pekan berlangsung lebih panjang. Sejumlah objek wisata diprediksi akan mengalami lonjakan jumlah pengunjung.

Libur yang makin panjang dengan cuti bersama itu membuat waswas Gubernur Bali Wayan Koster. Ia berada di persimpangan, antara senang menyambut kunjungan wisata dan cemas karena penjangkitan berpotensi meningkat.

Kemarin, Koster menerbitkan surat edaran yang ditujukan kepada bupati dan wali kota di Bali, pengelola, dan pemangku kepentingan di objek wisata. Isinya, meminta mereka meningkatkan kewaspadaan dan menegakkan protokol kesehatan secara lebih ketat dan disiplin.

“Terutama 3M. Memakai masker, mencuci tangan, dan menjaga jarak. Yang tidak kalah penting, pembatasan jumlah pengunjung. Harus di bawah 50% dari kapasitas lokasi,” tegas mantan anggota DPR RI selama 14 tahun itu, di Denpasar, kemarin.

Koster juga memerintahkan anak buahnya di satuan Polisi Pamong Praja bekerja sama dengan TNI dan Polri mengawasi dan mengurangi kerumunan di tempat wisata. “Tim harus terus-menerus melakukan sosialisasi di tempat wisata untuk mematuhi protokol kesehatan. Semua ini bertujuan agar masa libur panjang menjadi lebih aman dan nyaman,” tandasnya.

Tingkatkan sosialisasi

Terus bertambahnya pasien baru di Klaten, Jawa Tengah, membuat Satgas Covid-19 terus bergerak mendorong warga menerapkan 3M. Operasi yustisi dan sosialisasi terus dilakukan.

“Kasus covid-19 di Klaten fluktuatif. Karena itu, masyarakat harus meningkatkan kedisiplinan menerapkan protokol kesehatan dengan menggunakan masker, menjaga jarak, dan mencuci tangan dengan sabun,” ujar Koordinator Penanganan Kesehatan, Cahyono Widodo.

Upaya mencegah bertambahnya angka penjangkitan juga dilakukan Kantor Imigrasi Kupang, Nusa Tenggara Timur, dengan membuka layanan pembuatan paspor di mal pada Sabtu.

“Warga tidak perlu datang ke kantor imigrasi. Layanan pembuatan paspor di mal bertujuan mengurangi antrean di kantor sehingga mencegah penyebaran korona,” ungkap staf Kantor Imigrasi Kupang, Katrin Sinaga.

Menurutnya, layanan dibuka sampai pukul 17.00 Wita hanya pada Sabtu dan Minggu selama Oktober dan November. Selain di Kupang, layanan yang sama juga dibuka di Kabupaten Sumba Barat dan Alor. Masyarakat diharapkan memanfaatkan layanan ini untuk mengurangi antrean di kantor imigrasi.

Tingkat kedisiplinan yang meningkat juga membuat angka penjangkitan bisa dikendalikan. Di NTT, misalnya, jumlah pasien baru bisa diturunkan dari rata-rata 15 orang per hari menjadi 3 orang.

“Penambahan terjadi karena masih ada pelaku perjalanan. Pasien baru ini baru datang dari Surabaya dan Jakarta,” kata Kepala Dinas Kesehatan Messe Ataupah.

Di sisi lain, Wali Kota Pematangsiantar, Sumatra Utara, Hefriansyah, mengingatkan anak buahnya untuk mengedepankan akuntabilitas, transparansi, dan inovasi dalam mengelola anggota penanganan pandemi. “Kita harus tetap menjalankan upaya penanganan pandemi sesuai dengan aturan dan ketentuan yang berlaku,” tambahnya, saat menerima kedatangan Kepala Badan Pengawas Keuangan perwakilan Sumatra Utara, Eydu Oktain Panjaitan, kemarin.

“Kedatangan kami memang fokus memeriksa kepatuhan atas penanganan pandemi,” ujar Eydu. (JS/PO/AP/HI/N-2)

BERITA TERKAIT