25 October 2020, 05:34 WIB

Anak Muda Berperan Besar Satukan Indonesia


Gan/S3-25 | Politik dan Hukum

HARI peringatan Sumpah Pemuda yang jatuh setiap 28 Oktober merupakan momentum yang tepat bagi pemuda Indonesia untuk mengingat
peran mereka bagi bangsa dan negara.

Para pemuda dianggap sangat berpotensi dalam mengangkat derajat negara dan bangsa mulai dari aspek sosial, ekonomi, hingga budaya, serta bisa berperan sebagai alat pemersatu bangsa.

Hal ini misalnya ditampilkan para finalis dalam acara Dari Rumah Kita Bisa di Metro TV. Sejumlah video unjuk bakat beserta kreatifitas anak
muda menunjukkan betapa hebatnya budaya bangsa Indonesia.

Salah satunya sajian video tari Genjing Parti asal Bali yang dibawakan peserta asal Yogyakarta, Aisyah Rezkita. Pada usianya yang masih muda itu, Aisyah bisa memperkenalkan tarian adat Sunda dan Bali dengan amat memesona.

Tekniknya secara detail menggambarkan keluesan gerakan badan. Tak cuma itu, penguasaan panggung pun dilakukan Aisyah seolah sedang pentas di atas panggung yang sungguhan. Padahal, kontes tari yang dilakoni oleh Aisyah hanyalah dilakukan di rumah.

Namun, totalitas Aisyah itu bisa menyihir juri acara tersebut. Bahkan, Putri Pariwisata Clarita Mawarni Salem terkagum melihat penampilannya.

“Luar biasa di usianya yang masih muda, Aisyah bisa menguasai panggung dengan baik, gerakannya luwes mencuri para penonton yang
hanya melihat dari rekaman video,” ungkap Clarita.

Ia mengungkapkan sebagai pemuda Indonesia memang penting untuk bersatu dan menghargai satu sama lain. Para pemuda juga amat berpengaruh dalam menyebarkan serta mengkampanyekan hal-hal yang benar dan baik mengenai pandemi covid-19.

Hal itu sangat penting di tengah bertebarannya berita-berita mengenai pandemi covid-19 melalui media sosial. Dengan begitu, mereka membawa kebaikan yakni saling mengingatkan sesama anak bangsa soal pentingnya menjaga kesehatan, yang dimulai dari diri sendiri dan baru kemudian di lingkungan sekitarnya.

“Yang perlu dicamkan sebagai pemuda Indonesia saat ini, selain harus bersatu menghadapi pandemi covid-19, kita juga harus menjaga kesehatan agar bisa menjaga kesehatan orang-orang di sekitar kita,” ungkap Putri Pariwisata asal Nusa Tenggara Timur (NTT) itu dengan penuh semangatnya.

Lagu daerah

Selain Aisyah, ada pula peserta asal Medan, Sumatra Utara, yang dengan amat merdunya menyanyikan berbagai lagu daerah dari Indonesia. Uniknya lagu yang dibawakan peserta duet ini tak menggunakan arrangement alat musik biasa.

Salah satu dari peserta duet tersebut hanyalah menggunakan musik beat box untuk melantunkan berbagai lagu daerah yang saat ini sudah jarang dinyanyikan oleh generasi muda Indonesia.

Ichsan dan Kaysha Dinov beat box, nyatanya mampu menyabet gelar juara pertama dan bahkan mengalahkan peserta luar biasa lainnya. Dua pemuda pemudi ini berhasil menyingkirkan kehebatan para pemuda berbakat dan kreatif lainnya yang juga menyajikan pertunjukan tidak kalah serunya.

Bukan tanpa alasan, nyatanya kemenangan duet Ichsan dan Kaysha Dinov tersebut dihasilkan dari kreatifitas mereka dalam memperkenalkan lagu daerah dengan cara modern. Harapannya, dengan cara sedemikian rupalah, nantinya lagu-lagu daerah yang jarang didengar tersebut bisa diterima oleh generasi muda melalui video karya duet Ichsan dan Kaysha Dinov.

“Lagu dari berbagai wilayah di Indonesia tersebut dijadikan video. Ini sangat membanggakan karena mereka pintar banget dalam menyajikan hasil karya bagi masyarakat. Mereka saling bekerja sama secara efektif yakni mengolaborasikan budaya asli Indonesia dan budaya modern. Namun, tetap saya melihat ciri khas Indonesia-nya sangat kelihatan,” tutur Clarita, yang juga mahasiswa Universitas Nusa Cendana (Undana) Kupang, NTT, itu.

Karena itulah, dalam rangka peringatan Hari Sumpah Pemuda kali ini, ia berpesan kepada para pemuda dan pemudi Indonesia agar menyadari peran besar mereka dalam membangun bangsa Indonesia.

Di era kemajuan teknologi informasi ini, para pemuda pun diminta bisa ikut andil menyebarkan aura-aura positif kepada sesama anak bangsa di tengah keberagam an yang tinggi di Tanah Air.

“Mentalnya pemuda ini harus dibangun sehingga sama-sama memiliki rasa toleransi, saling menghargai perbedaan agama, suku, ras, serta budaya, dan menghargai satu sama lain,” tutup Clarita. (Gan/S3-25)

BERITA TERKAIT