24 October 2020, 23:33 WIB

Deteksi Dini Penting Untuk Selamatkan Penderita Kanker Payudara


Syarief Oebaidillah | Humaniora

MEMPERINGATI bulan peduli kanker payudara internasional, yayasan Kanker Payudara Indonesia (YKPI) menggelar temu penyintas kanker payudara se-Indonesia secara virtual, Sabtu (24/10). Acara bertajuk Tetap Optimis Dalam Adaptasi Kebiaaan Baru di Masa Pandemi Covid-19. Kamu Bisa, Kita Bisa itu diikuti 500 peserta dari seluruh Indonesia.

Tema itu dipilih disesuaikan dengan masalah yang sedang melanda Indoensia dan juga seluruh dunia yaitu adanya pandemi covid-19

"Sesuai anjuran pemerintah untuk tetap optimis menyikapinya dalam adaptasi kebiasaan baru. Hal ini dirasakan perlu untuk memotivasi para penyitas untuk tetap melakukan pengobatan di masa pandemi dengan selalu memperhatikan protokol kesehatan , " kata Pendiri sekaligus Ketua YKPI Linda Agum Gumelar dalam pertemuan virtual itu..

Menurutnya, dengan dilakukannya pertemuan secara virtual, tidak mengurangi semangat para penyitas kanker payudara se-Indonesia yang sudah lama tidak saling menyapa dan kebersamaan untuk menjadi ajang melepas saling rindu .

Linda yang juga survivor kanker payudara menambahkan, kepedulian masyarakat dan dukungan kepada para penyintas kanker payudara dapat menekan angka kejadian kanker payudara stadium lanjut. Menurutnya jika kanker payudara ditemukan dalam stadium awal maka kemungkinan untuk bisa mencapai harapan hidup yang lebih lama adalah 98 %.

"Tak sedikit penyintas yang menyesal karena tidak melakukan deteksi dini dan mendapatkan kanker sudah menyerang bagian tubuh, " ujar mantan Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak itu.

Seperti diketahui, angka kejadian kanker payudara pada perempuan di Indonesia yang didiagnosa kanker adalah yang paling tinggi sekitar 30,9 %..Angka kematian karena kanker payudara juga cukup tinggi di Indonesia. Hal ini terjadi karena pasien pada umumnya pasien datang memeriksakan diri ke dokter hampir 70 % sudah dalam stadium lanjut.

"Untuk itu pentingnya deteksi dini kanker payudara melalui SADARI dan SADANIS. Saat ini diperkirakan dalam 9 menit ditemukan satu orang terkena kanker payudara, kalau dalam 1 jam sekitar 6 orang terdeteksi terkena kanker payudara, " imbuh Linda.

Baca juga : Perlu Sosialisasi Masif untuk Tingkatkan Pemahaman soal Kanker

Lebih lanjut Linda menjelaskan, selama pandemi covid-19, YKPI tetap melaksanakan berbagai kegiatan secara virtual. Sejak Juni-Oktober telah melakukan 10 seri webinar tentang masalah kanker payudara, 6 kali sosialisasi Deteksi Dini Kanker Payudara untuk wilayah Indonesia Timur, Indonesia Tengah, Jawa Tengah dan DIY, 1 kali sosialisasi Deteksi Dini Kanker Payudara untuk Mahasiswa dan Pelajar.

Kejadian pandemi covid-19, yang saat ini melanda seluruh dunia telah berpengaruh kepada kegiatan pelayanan essensial lainnya, termasuk dalam pelayanan dan upaya penanggulangan kanker karena prioritas dilakukan pada penanggulangan covid 19.

"Namun penting disadari bahwa prevalensi pengorbit dengan totality rate cukup tinggi, ini dapat mempengaruhi progresitivitas dari penderita covid sehingga pelayanan terhadap penyakit yang menjadi pengorbit tetap harus terus diupayakan tanpa mengabaikan pencegahan pada faktor resiko penyakit, "Cut Putri Arianie, Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tidak Menular, Kementerian Kesehatan .

Pembina YKPI Sonar Soni Panigoro mengingatkan, pasien kanker menjadi salah satu kelompok rentan dalam penularan Covid-19. Selain itu, terfokusnya upaya kesehatan untuk Covid-19, juga membuat sebagian layanan pengobatan kanker tertunda, sehingga memperburuh keadaan pasien.

"Jadi kita harus terus melanjutkan pengobatan kanker dengan mematuhi protokol kesehatan dan selalu berdoa semoga segalanya akan berjalan dengan baik, tetap selalu optimis dan semangat, "kata Sonar.

Pada kesempatan acara temu penyitas ini, para penyitas berkomitment dengan melakukan pernyataan bersama yang isinya senantiasa menjaga kesehatan diri sesuai anjuran dokter, saling mendukung dan menguatkan sesama penyitas untuk melawan kanker payudara, tetap semangat, optimis dan selalu berdoa, senantiasa melakukan kampanye deteksi dini dengan SADARI dan melakukan adaptasi kebiasaan baru dengan melaksanakan protokol kesehatan: memakai masker, menjaga jarak dan mencuci tangan.

Acara ini dipandu oleh oleh aktris Tike dan Ujo yang membuat suasana menjadi lebih meriah serta dihibur Lea Simanjuntak.(OL-7)

BERITA TERKAIT