24 October 2020, 22:10 WIB

Ahmad M Ali Donasikan 1.000 Masker untuk Gereja Kristen Sulteng


mediaindonesia.com | Nusantara

ANGGOTA Komisi III DPR RI Fraksi NasDem Ahmad M Ali menyalurkan bantuan seribu masker untuk dibagikan kepada seluruh Jamaat Gereja Kristen Sulawesi Tengah (GKST) se-Kabupaten Poso. Bantuan itu diberikan sebagai upaya nyata dalam menekan penyebaran Covid - 19 di masyarakat

Di samping juga sebagai bentuk pemenuhan aspirasi masyarakat Tentena yang disampaikan langsung oleh Riany Sopacua salah satu Pendeta dari GKST Eklesia Sangele. Pada saat reses kunjungan reses Ahmad M Ali di Kabupaten Poso.

"Saya memahami kita dianjurkan untuk patuh protokol kesehatan tapi sayang fasilitas penunjangnya belum diberikan merata. Maka saya bisa berikan bantuan 1000 masker dan beberapa tempat pencuci tangan," ujar Ahmad M Ali dalam resesnya di Tentena, Pamona Puselemba, Poso, Sabtu (24/10).

Meskipun begitu dia menyarankan kepada seluruh masyarakat Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng) agar bisa lebih disiplin dalam menerapkan protokol kesehatan Covid-19. Seperti, dia menambahkan, dengan memakai memakai masker, mencuci tangan, serta menjaga jarak.

"Di masa pandemi saat ini, kita diwajibkan untuk menerapkan protokol kesehatan dalam kondisi dan situasi apapun. Dengan begitu kita bisa melindungi mulai dari diri sendi, keluarga, serta orang lain," ujar Ahmad M Ali

Kegiatan demikian dapat  digunakan agar memutuskan mata rantai penularan Covid-19 di tengah-tengah masyarakat. Terlebih jika melihat kondisi saat ini mudah bisa  ditemukan masyarakat Sulteng yang belum sadar protokol kesehatan.

Di sisi lain, dia menambahkan pendistribusian ini dengan harapan supaya masyarakat lebih mengetahui lagi manfaat kegunaan masker di tengah-tengah Pandemi. Padahal sosialisasi terkait Covid - 19 gencar dilakukan untuk demi.mengedukasi masyarakat.

"Kita tidak ada hentinya memberikan edukasi sederhana kepada masyarakat. Supaya ikut mematuhi peraturan di manapun berada harus mengikuti protokol kesehatan dalam rangka memutus mata rantai penularan Covid-19," pungkasnya. (OL-13)

BERITA TERKAIT