24 October 2020, 14:55 WIB

Parpol Harus Jadi Garda Terdepan Dorong Pilkada Aman


Sri Utami | Politik dan Hukum

PARTAI politik seharusnya menjadi garda terdepan dalam mendorong para Paslon kampanye secara daring di tengah pandemi covid-19 saat ini. Hal tersebut ditekankan oleh anggota dewan pembina Perludem Titi Anggraeni saat dihubungi, Sabtu (24/10). Segala upaya untuk mendorong dan memastikan kandidat Pilkada menghindari kerumunan, kata dia, harus menjadi tugas bersama bukan hanya KPU.

"Pemanggilan para paslon oleh KPU itu sudah tepat, tapi efektif atau tidaknya harus kita lihat setelah pemanggilan. Segala upaya untuk mendorong dan memastikan para kandidat menghindari kerumunan harus diupayakan semaksimal mungkin," ujarnya.

Baca juga: Inilah Keuntungan dan Kerugian Menunda Pilkada

Dengan waktu hari pemilihan yang semakin dekat praktis membuat para calon kepala daerah semakin gencar berkampanye dengan berbagai cara. Hal tersebut berpotensi terjadi kecurangan dan pelanggaran.

"Itu saja tidak cukup karena intensitas kampanye mendekati hari pemilihan akan semakin intensif. Dengan sisa waktu yang ada para kandidat berusaha pemilih dengan cara pertemuan langsung dan ini masih diminati," ungkapnya.

KPU dalam kapasitasnya harus terus mendorong para paslon kepala daerah untuk taat kepada aturan termasuk tidak membuat kerumunan. Kebijakan itu harus juga diikuti pengawasan dan penindakan. Potensi kecurangan pelanggaran kemungkinan akan meningkat sehingga berbagai pihak harus mengawasi termasuk masyarakat.

"Kemendagri juga termasuk Satgas harus intensifkan pencegahan dan pengawasan. Pemerintah daerah juga harus dan seharusnya peran parpol jadi terdepan mendorong kandidat mereka taat aturan," cetusnya.

Pada bagian lain, Sekjen PAN Mohammad Eddy Soeparno mengatakan pihaknya tetap mendorong para kandidat berkampanye secara inovatif baik daring maupun door to door.  "Kami sudah meminta kandidat baik dari PAN dan lainnya untuk membuat kampanye inovatif secara daring maupun door to door," jelasnya.

Para kandidat pada masa kampanye masih mengumpulkan massa yang relatif tidak banyak. Dengan metode mendatangi konstituen satu persatu diyakini lebih efektif dan aman dari penularan covid-19.

"Kami meminta para kandidat memperbanyak para timnya jadi selain dari kandidat itu sendiri atau diwakili oleh timnya untuk door to door. Kami juga minta timnya untuk mempersiapkan diri untuk mengajak konstituen untuk bersama-sama melakukan pemilihan 9 Desember mendatang karena dalam kondisi sekarang ini bisa jadi banyak tidak mau datang memilih karena enggan ke luar rumah," ujarnya. (Sru/A-1)

BERITA TERKAIT