24 October 2020, 21:12 WIB

Menkop Teten Luncurkan Digitalisasi UMKM Kopdit Obor Mas


Gabriel Langga | Nusantara

MENTERI Koperasi dan UKM RI, Teten Masduki resmi meluncurkan digitalisasi usaha mikro kecil menengah (UMKM) Koperasi Kredit (Kopdit) Obor Mas, Sabtu (24/10) di Kantor Pusat Kopdit Obor Mas, Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur.

Dalam sambutannya, Teten mengatakan, 97% market Indonesia sudah bisa diakses oleh perdagangan digital. Artinya, pelaku UMKM di pelosok manapun bisa berjualan produknya di market nasional bahkan global hanya perlu terkoneksi dengan digital market atau jualan online.

"Sekarang ini banyak aplikasi-aplikasi digital bukan hanya untuk produk-produk manufaktur saja, tetapi juga produk dari pelaku-pelaku UMKM kecil yang berjualan produknya di pasar nasional lewat market digital. Selain itu juga, produk-produk dari pertanian juga sekarang bisa dijual lewat market digital," papar Teten.

Baca Juga: Koperasi Kredit Obor Mas di Sikka Dipercaya Salurkan KUR

Teten juga mengakui ada tiga problem dasar yang dialami oleh pelaku UMKM yang ketika memasukan produknya di market digital.

Pertama, kapasitas produksi. Yang mana, ketika produk UMKM terhubung dengan plafon digital nasional, kapasitas produksi produknya sangat terbatas sehingga ada permintaan dari pelanggan dalam jumlah banyak, tetapi mereka tidak menyanggupi.

"Market kan besar, permintaan pun besar. Nah UMKM kita, produknya tidak mencukupi. Stok sudah tidak ada, ketika ada permintaan dengan jumlah banyak lewat digital market . Akibatnya, UMKM kita tidak menyanggupi permintaan, maka akan ditinggalkan. Jadi saya minta pelaku UMKM dalam dampingan Kopdit Obor Mas harus persiapan betul soal produksi produk ketika ada permintaan banyak," tandas dia.

Baca Juga: Obor Mas Dapat Kucuran Kredit Rp10 M

Problem kedua, aspek kualitas produk. Menurut Teten, dalam market digital itu ada persaingan antar produk. Bahkan brand-brand ternama juga masuk dalam market digital itu sehingga banyak pelaku UMKM kita tidak menjaga kualitas produknya.

"Kualitas produk juga menjadi problem saat ini. Ketika produk UMKM dipasarkan di market digital kualitas produknya tidak dijaga. Jadi saya minta UMKM di Kopdit Obor Mas ketika masuk di market digital harus pertahanan kualitas produknya," ungkap Teten.

Problem ketiga ungkap Teten, literasi digital. "Literasi ini juga menjadi penting sehingga pengetahuan dan kecakapan para pelaku UMKM untuk menggunakan media digital. Jadi saya minta Kopdit Obor Mas harus memberikan pendampingan terus kepada pelaku UMKM nya agar terus diperbarui soal literasi digital sehingga mereka tidak melek digital," ungkap Teten.

Disampaikan Teten, di masa pandemi ini digitalisasi ini sangat bagus. Di mana yang lain omset penjualan turun, justru mereka yang menjual produknya di market digital malah omset penjualan mereka meningkat.

"Saya kira digitalisasi khusus di daerah NTT bisa mengakses pasar yang besar. Jadi kita perlu mendorong para pelaku UMKM kita untuk tidak melek digitalisasi," pungkas Teten itu.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut, anggota DPR RI dari Fraksi Golkar, Markus Mekeng Bapa, Anggota DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan, Andreas Hugo Pareira, Bupati Sikka Fransiskus Roberto Diogo, Wakil Bupati Sikka Romanus Woga dan Pengurus Kopdit Obor Mas. (GL/OL-10)

BERITA TERKAIT