24 October 2020, 19:10 WIB

Delapan Strategi Kemendag Tingkatkan Ekspor Produk Halal


M Iqbal Al Machmudi | Ekonomi

KEMENTERIAN Perdagangan (Kemendag) memiliki delapan strategi untuk meningkatkan ekspor produk halal. Strategi tersebut menggabungkan berbagai instrumen.

Menteri Perdagangan Agus Suparmanto mengatakan strategi pertama yakni memanfaatkan instrumen kebijakan relaksasi ekspor dan impor untuk produk halal tujuan ekspor. "Kedua, menguatkan akses pasar produk halal di luar negeri dengan memanfaatkan sarana ataupun komunikasi perdanganan," kata Agus saat webinar yang bertajuk Indonesia Menuju Pusat Produsen Halal Dunia yang diadakan Komite Nasional Ekonomi dan Keuangan Syariah (KNEKS), Sabtu (24/10).

Ketiga, lanjut Agus, memiliki berbagai program untuk penguatan pelaku ekspor produk halal seperti melakukan sertifikasi halal kepada pelaku UKM yang merupakan kerja sama dengan lintas instansi. Keempat, optimalisasi sistem resi gudang untuk komoditas ekspor.

Kelima, meningkatkan ekspor di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) dan Pos Lintas Batas Negara (PLBN). Keenam, penguatan UKM pada orientasi ekspor. "Ketujuh, optimalisasi e-commerce dan terakhir peningkatan daya saing produk," ujarnya.

Neraca perdagangan Indonesia ke negara-negara Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) surplus sebesar US$2,2 miliar. Nilai ekspornya mencapai US$10,94 miliar dan impor sebesar US$8,77 miliar.

Agus mengatakan meski neraca perdagangan Indonesia di negara OKI positif tetapi masih belum berperan secara maksimal sebagai negara kiblat produk halal dunia, khususnya pada produk makanan, kosmetik, dan obat-obatan. "Pangsa pasar ketiga produk tersebut masih jauh di bawah negara-negara nonmuslim, seperti Brasil, Prancis, Amerika Serikat, dan Jerman," pungkasnya. (OL-14)

BERITA TERKAIT