24 October 2020, 18:20 WIB

Jokowi: Penghormatan Tertinggi untuk Dokter Gugur saat Pandemi


Dhika Kusuma Winata | Humaniora

PRESIDEN Joko Widodo menghadiri peringatan HUT ke-70 Ikatan Dokter Indonesia (IDI) yang digelar secara virtual, Sabtu (24/10).

Dalam kesempatan itu, Jokowi menyampaikan dukacita mendalam kepada keluarga dari 136 dokter yang gugur saat menjalankan tugas penanganan wabah covid-19.

Presiden memberi penghormatan setinggi-tingginya kepada para dokter yang di masa pandemi ini menjadi garda depan berjuang menyembuhkan pasien covid-19.

"Keteladanan yang ditunjukkan para dokter di masa pandemi ini telah menginspirasi jutaan anak bangsa untuk saling menolong, saling peduli, bersatu-padu meringankan beban sesama, bersinergi mengatasi pandemi, dan berjuang bersama untuk pulih dan bangkit," tutur Jokowi dalam pidatonya.

Di tengah pandemi saat ini, Presiden mengatakan masyarakat sangat melihat dan merasakan ketangguhan para dokter yang memilih jalan sebagai pejuang kemanusiaan dan mengorbankan waktu dan tenaga mereka untuk menyelamatkan sesama.

Presiden juga berterima kasih dan apresiasi atas pengabdian, perjuangan, serta pengorbanan para dokter yang selalu berada di garda terdepan dalam penanganan kesehatan di seluruh wilayah Tanah Air.

"Saya menyampaikan terima kasih yang setinggi-tingginya dan apresiasi yang sebesar-besarnya atas pengabdian, perjuangan, dan pengorbanan para dokter Indonesia yang berada di garda terdepan dalam pencegahan dan penanganan masalah kesehatan di seluruh pelosok Tanah Air, memberikan pelayanan di fasilitas kesehatan di kampung-kampung, di perbatasan, di pulau terdepan, dan juga di kawasan terisolir," ujar Jokowi.

IDI mencatat jumlah dokter di seluruh wilayah yang meninggal terpapar covid-19 mencapai 136 orang (data per 15 Oktober). Dari jumlah 136 dokter yang gugur, sebagian besar merupakan dokter umum.

Ratusan dokter yang meninggal itu tersebar di 18 provinsi. Paling tinggi ialah di Jawa Timur mencapai 32 dokter, Sumatra Utara 23 dokter, dan DKI Jakarta 19 dokter.

Kemudian, di Jawa Barat 12 dokter, Jawa Tengah 9 dokter, Sulawesi Selatan 6 dokter, Bali 5 dokter dan Sumatera Selatan 4 dokter, Kalimantan Selatan 4 dokter, Aceh 4 dokter, Kalimantan Timur 3 dokter, Riau 4 dokter, Kepulauan Riau 2 dokter, DI Yogyakarta 2 dokter, Nusa Tenggara Barat 2 dokter, Sulawesi Utara 2 dokter, Banten 2 dokter dan Papua Barat 1 dokter. (OL-8)

BERITA TERKAIT