24 October 2020, 03:27 WIB

Misi Poin Penuh Manchester United dan Chelsea


Suryopratomo Dewan Redaksi Media Group | Sepak Bola

COMPETITION begin at fourth game. Itulah sesumbar yang dilontarkan pelatih Manchester United Ole Gunnar Solskjaer. ‘Setan Merah’ mulai menunjukkan jati diri sebenarnya pada pertandingan keempat Liga Premier saat bertandang ke kandang Newcastle United.

Pelatih asal Norwegia itu tidak bisa menutupi rasa gembira melihat ketajaman yang diperlihatkan anak asuhannya. Meski tampil di St James
Park, mereka tampil agresif dan tanpa ampun mengandaskan tim tuan rumah 4-1.

Tiga hari kemudian, Bruno Fernandes dan kawan-kawan melanjutkan tren kemenangan itu di ajang Liga Champions. Meski harus bermain di Parc de Princes, ‘Setan Merah’ mampu menjinakkan fi nalis musim lalu, Paris St Germain, 2-1.

Dengan modal dua kemenangan itulah Solskjaer sangat percaya diri untuk menjamu Chelsea pada Sabtu malam ini di Old Trafford. Di awal musim lalu, ‘Setan Merah’ memberi mimpi buruk kepada Frank Lampard dengan kemenangan telak 4-0.

Kemenangan malam ini bukan hanya akan membuktikan kebangkitan kembali Manchester United, tetapi juga mengangkat mereka ke jajaran papan atas. Sebaliknya bagi Lampard, pertandingan malam ini harus bisa dimenangi untuk menunjukkan bahwa ia masih pantas dipercaya menangani the Blues.

Seru

Misi untuk sama-sama tidak boleh kehilangan poin membuat pertarungan malam ini akan berlangsung seru. Apalagi baik Solskjaer maupun Lampard mempunyai karakter yang hampir sama, selalu ingin timnya bermain agresif.

‘Setan Merah’ hanya mempunyai persoalan harus tampil tanpa Anthony Martial yang masih menjalani hukuman larangan bermain karena kartu merah yang diterima saat bertemu Tottenham Hotspur. Solskjaer mungkin akan menempatkan Marcus Rashford sebagai target-man karena memiliki kecepatan dalam beraksi.

Dengan Fernandes yang menopang di belakang akan membuat Rashford bisa lebih mengancam gawang Chelsea. Apalagi Lampard belum selesai membenahi barisan belakang, khususnya orang yang bisa lebih dipercaya untuk mengawal gawang Chelsea.

Lampard sulit untuk bisa memercayai Kepa Arrizabalaga karena banyak melakukan blunder. Sekarang harapannya tertumpu kepada kiper baru asal Senegal, Edouard Mendy, yang lebih save baik dalam menghalau bola atas maupun bola bawah.

Kecepatan penyerang sayap ‘Setan Merah’ bisa menjadi malapetaka bagi the Blues. Manchester United mempunyai tiga penyerang sayap yang sama berbahayanya, yaitu David James, Mason Greenwood, dan pemain baru asal Ajax Amsterdam, Donny van de Beek. Satu lagi pemain yang bisa mengancam Chelsea ialah bintang lama mereka yang hijrah ke Manchester, Juan Mata.

Pekerjaan berat harus dipikul barisan belakang Chelsea. Lampard berharap, pemain kawakan asal Brasil Thiago Silva bisa menggalang rekan-rekannya sebagai sebuah kekuatan yang solid. Dengan jam terbang yang tinggi, kapten kesebelasan Brasil itu pantas diandalkan.

Kurt Zouma menjadi pilihan untuk mendampingi kembali Silva di jantung pertahanan. Recce James mengisi posisi bek kanan dan pemain asal Leicester City, Ben Chilwell, menempati posisi bek kiri.

Fisik prima

Dengan tempo permainan yang akan berlangsung tinggi, kemampuan fisik dari para pemain sangat menentukan. Solskjaer cenderung kembali menempatkan duet Fred dan Scott McTominay sebagai jangkar. Kedua pemain muda lebih berani dalam bermain jika dibandingkan dengan Paul Pogba dan Nemanja Matic.

‘Setan Merah’ membutuhkan pemain yang karakternya tidak mengenal kompromi karena mereka harus menghadapi pemain-pemain Chelsea yang matang dalam bermain. Apalagi jika N’Golo Kante bisa turun bermain untuk mendampingi kapten kesebelasan Jorginho, lapangan tengah Chelsea akan sangat solid.

Kante merupakan gelandang yang cerdik untuk merusak permainan lawan. Pertarungan dengan Fred akan menarik karena keduanya memiliki karakter yang sama, tidak mudah untuk menyerah.

Pola 4-2-3-1 yang sama-sama diterapkan kedua kesebelasan menjadi tontonan yang tidak kalah menarik untuk ditunggu. Kehadiran gelandang asal Bayer Leverkusen, Kai Havertz, membuat Chelsea mempunyai second striker yang berbahaya.

Havertz bisa cepat beradaptasi di Chelsea karena ada seniornya dari Jerman, Timo Werner, yang juga bermain di sana. Mereka menjadi duet yang sangat kompak untuk bisa membongkar pertahanan lawan.

Chelsea tidak bisa dipandang enteng karena mereka sudah mendapatkan kembali Christian Pulisic untuk bermain dari sayap. Pemain asal AS itu selama ini lebih banyak absen karena dibalut cedera.

Daya gempur Chelsea akan bertambah karena pemain asal Ajax Hakim Ziyech juga siap untuk tampil. Ziyech akan menggantikan posisi Mason Mount untuk beraksi dari sayap kiri. Pertemuannya dengan rekan satu klubnya di Ajax, Van de Beek, menarik
untuk disaksikan.

‘Setan Merah’ dipastikan harus kehilangan kapten kesebelasan Harry Maguire. Pilihan terbaik untuk menjadi pendamping Victor Lindeloef di jantung pertahanan ialah Axel Tuanzebe.

Solskjaer sangat puas dengan pemain berusia 22 tahun itu, yang mampu menjinakkan pemain sekaliber Kylian Mbappe dan Neymar Jr. “Sulit dipercaya Axel tampil begitu luar biasa di Paris. Ia menunjukkan karakter yang seharusnya dimiliki seorang pemain Manchester United,” puji Solskjaer.

Itulah yang membuat pelatih ‘Setan Merah’ percaya untuk bisa meraih poin penuh malam ini, apalagi jika Luke Shaw dan Aaron Wan-Bissaka bisa tampil dengan performa terbaik da- lam mengawal pertahanan sayap. Persaingan antara Wan-Bissaka dan Chilwell untuk saling mengintip kelengahan akan membuat pertandingan semakin penuh dengan intrik.

‘Setan Merah’ beruntung memiliki kiper yang lebih bisa diandalkan jika dibandingkan dengan Chelsea. David De Gea pantas membuat para pemain tuan rumah lebih percaya diri dan fokus untuk menekan pertahanan lawan.

Ketajaman De Gea dalam membaca permainan membuat Manchester United bisa lebih efektif melakukan serangan balik. ‘Setan Merah’ memiliki banyak pemain yang cepat dalam berlari dan dengan satu-dua sentuhan bisa langsung mengancam gawang lawan.

Chelsea memang sering tertekan ketika tampil di Old Trafford. Satu yang menguntungkan, malam ini Theatre of Dreams tidak akan diisi penonton sehingga Lampard bisa berharap untuk bisa mencuri kemenangan seperti yang dilakukan Hotspur untuk mempermalukan ‘Setan Merah’ di kandang mereka.

BERITA TERKAIT