24 October 2020, 04:25 WIB

UGM Gaungkan lagi Kehutanan untuk Pangan


AT/AU/N-3 | Nusantara

PRESIDEN Joko Widodo kembali ke kampusnya, kemarin. Pada puncak peringatan Dies Natalis ke-57 Fakultas Kehutanan Universitas Gadjah Mada Yogyakarta, itu sang alumnus hadir secara virtual bersama Menteri Pertahanan Prabowo Subianto.

Pada kesempatan itu, Jokowi memaparkan fakta bahwa dalam soal kehutanan, saat ini terjadi tarik-menarik berkepanjangan antara konsep hutan agraris, industri, dan pascaindustri. "Agrarisasi dan industrialisasi berbasis hutan menjadi sektor ekonomi yang penting. Di antaranya industri kertas, minyak sawit, dan lainnya."

Namun demikian, kepala negara mengakui kedua konsep tersebut sering dikontradiksikan dengan konsep pascaindustri yang cenderung konservasi dan konservatif. "Ilmu kehutanan memiliki posisi sentral dalam mengelola hubungan antara masyarakat dan alam atau hutan. Ada proses evolusi peran dan kontribusi."

Sementara itu, Prabowo menyatakan keberadaan hutan Indonesia memiliki peran strategis untuk memberikan kontribusi dalam penyediaan lahan bagi pengembangan pangan. "Sektor kehutanan mempunyai peranan yang sangat penting dalam ketahanan nasional. Kita tidak ingin negara goyah karena kelangkaan pangan."

Pada kesempatan itu, Dekan Fakultas Kehutanan Budiadi menyatakan kehutanan untuk pangan atau forest for food sudah digaungkan sejak lama. Gagasan ini ingin membuat kawasan hutan mampu berkontribusi secara langsung pada produksi pangan.

"Sekitar 25 ribu desa berada di kawasan hutan dan sekitar 5.000 di antaranya berada di Jawa. Kawasan itu merupakan kantong-kantong kemiskinan dan tidak pernah bangkit selama beberapa dekade," jelasnya. (AT/AU/N-3)

BERITA TERKAIT