24 October 2020, 00:30 WIB

Raisa Cegah Tulang Keropos sedari Muda


Zubaedah Hanum | Nusantara

PENYANYI Raisa Andriana, 30, termasuk salah satu sosok yang memandang pentingnya menjaga kesehatan tulang karena risiko keropos tulang atau osteoporosis lebih tinggi pada kaum hawa seperti dirinya.

Apalagi dia kini sudah berusia 30 tahun, pernah melahirkan, dan melakukan banyak aktivitas termasuk menggendong buah hatinya yang kini berusia 20 bulan dengan bobot sekitar 10 kilogram.

"Perempuan lebih tinggi peluang kena osteoporosis. Sekarang karena sudah punya anak, usia 30 tahun, (saya) semakin concerned pada kesehatan termasuk tulang," kata istri aktor Hamish Daud, 40, itu dalam webinar memperingati Hari Osteoporosis Sedunia, Kamis (22/10).

Raisa pun menerapkan 3S seperti yang dianjurkan para pakar kesehatan untuk menjaga tulangnya tetap sehat, termasuk mencegah keropos, yakni saatnya mulai dari dini, sediakan nutrisi dan terapkan pola hidup sehat, serta suplementasi dengan vitamin D dan kalsium.

Dengan merujuk pakar nutrisi, pelantun Serba Salah itu mengatakan asupan makanan bergizi termasuk yang mengandung kalsium dan vitamin D harus tercukupi, begitu juga dengan aktivitas fisik.

Karena itu pula, kata Raisa, dirinya lebih memilih melakukan aktivitas fisik di luar rumah tetapi sendirian untuk sekaligus mendapatkan pajanan sinar matahari yang bermanfaat untuk kesehatan tulang.

"Aktivitas fisik penting, kebanyakan istirahat bikin aku enggak berenergi. Jadi, aku tetap bergerak, berolahraga. Di masa pandemi ini lebih banyak olahraga di luar di ruangan terbuka yang banyak hijau-hijau (tanaman), kita butuh vitamin D," kata pelantun Could it Be itu.

 

Peran vitamin D

Hasil Penelitian International Osteoporosis Foundation menyebutkan perempuan empat kali lebih berisiko terkena osteoporosis daripada laki-laki. Penyakit degeneratif ini menyebabkan tulang menjadi lebih rapuh dan mudah patah.

Studi yang dilakukan para pakar di Indonesia tentang relevansi kalsium dan vitamin D untuk mendukung kesehatan tulang memperkuat fakta bahwa sangat penting untuk mencegah osteoporosis sejak usia muda.

Ketua peneliti studi sekaligus pakar gizi medik FKUI-RSCM Saptawati Bardosono menjelaskan tulang perempuan lebih rapuh ketimbang laki-laki karena banyak fase yang dialami. Hal itu sangat berdampak pada menurunnya tingkat kepadatan tulang.

"Kemampuan tubuh dalam menyerap kalsium akan berkurang karena sudah tidak menghasilkan hormon esterogen," ungkapnya. (Wan/H-2)

BERITA TERKAIT