23 October 2020, 23:05 WIB

Mau Sepedaan, Lakukan 3 Hal Ini Sebelum Mulai Mengayuh


Ghani Nurcahyadi | Olahraga

MASA pandemi seperti saat ini,  menuntut warga untuk terus mencari cara meningkatkan imunitas tubuh dengan berolahraga secara rutin. Salah satunya adalah dengan bersepeda. Aktivitas fisik dalam bersepeda, jika dilakukan dengan rutin, dapat mengurangi risiko penyakit lainnya seperti obesitas, penyakit jantung, diabetes, hingga radang sendi.

Bersepeda banyak dipilih orang karena sensasinya yang sangat menyenangkan. Semilir angin yang menyentuh wajah, angin sejuk menerpa badan, makin sejuk seiring kita mempercepat laju sepeda. Wajar saja, jika bersepeda pada pagi atau sore hari banyak dipilih masyarakat yang ingin menikmati kesejukan udara.

Serunya bersepeda makin terasa apabila dilakukan bersama-sama keluarga atau teman-teman yang memiliki kesamaan minat, tentunya dengan tetap mematuhi protokol kesehatan yang telah ditetapkan pemerintah. Seperti memakai masker pada saat berhenti, tidak bergerombol dan menjauhi keramaian.

Namun, pegiat sekaligus praktisi pengukuran sepeda (bike Fitter), Raditya Pratama mengatakan, sebelum memulai mengayuh sepeda, ada sejumlah hal yang harus dilakukan agar kenyamanana saat bersepeda bisa dimaksimalkan, termasuk meminimalkan risiko cedera.

Pertama, pengecekan sepeda. Pengecekan sepeda bukan hanya dari faktor keamanan saja. Namun terkadang banyak pesepeda yang kurang memperhatikan faktor kenyamanan posisi berkendara yang baik dan benar sehingga menimbulkan cedera pada otot, tulang, dan sendi. 

"Kenyamanan posisi badan pada sepeda, sangat berkaitan erat dengan pengaturan posisi dan letak beberapa bagian sepeda yang bersentuhan langsung dengan anggota badan. Seperti jangkauan lengan dan telapak tangan pada setang, letak tulang duduk pada sadel, serta jangkauan tungkai kaki pada tinggi tiang sadel," kata Raditya dalam keterangan tertulisnya.

Rasa sakit atau nyeri setelah bersepeda di bagian-bagian tersebut, dapat bersumber dari kesalahan pengaturan pada sepeda. Untuk pengecekan hal-hal tersebut, bisa bertanya kepada pesepeda yang sudah ahli, atau ke mekanik di toko sepeda terdekat.

“Memeriksa apakah sepeda yang akan kita kendarai cocok dengan ukuran badan kita, merupakan hal pertama yang harus dilakukan. Karena, meskipun pemanasan sudah dilakukan semaksimal mungkin, tapi jika ukuran sepedanya tidak sesuai, badan juga akan terasa sakit dan berpeluang besar mengalami cedera otot karena postur riding kita tidak benar,” ujar Raditya.

Kedua, melakukan pemanasan otot sebelum bersepeda. Bagian-bagian tubuh yang sering bergerak ketika bersepeda seperti otot paha, betis, panggul, lengan dan leher merupakan sasaran utama gerakan pemanasan otot. Bahkan ketika selesai berepeda pun, bagian-bagian tubuh tersebut juga perlu relaksasi dengan gerakan pendinginan.

Baca juga : Bersepeda Sembari Beramal di Bike for Hope

Rasa nyeri otot akibat tidak melakukan pemanasan, sering dialami oleh para pesepeda baru, terutama pada otot paha, pergelangan tangan, bahu dan leher. Bahkan, sering juga terjadi kram pada otot saat bersepeda karena terlalu memaksakan otot yang sudah kelelahan.

“Itulah inti fungsi pemanasan, yaitu memanaskan otot supaya siap dan tidak kaget ketika badan bergerak,” tambahnya.

Ketiga, melengkapi peralatan kesehatan saat bersepeda. Salah satu yang bisa digunakan ialah produk totla sprot recovery dari Salonpas, seperti Salonpas Gel dan Salonpas Cream.

Sementara itu, Salonpas akan mengadakan program Salonpas Sport Virtual Ride 2020 yang melibatkan partisipasi ribuan penggemar olahraga sepeda dari berbagai lapisan umur. Ajang itu mengusung misi mengajak masyarakat untuk tetap menjalankan gaya hidup sehat dengan aktif bergerak dan berolahraga melalui olahraga bersepeda

Peraturannya unik. Peserta wajib menyelesaikan ride dengan jarak 100 km sesuai dengan kategori yang telah dipilih untuk bisa mendapatkan Finsiher Medals. Kategorinya pun beragam, dapat dipilih dan disesuaikan dengan kemampuan serta batasan masing-masing peserta.

Ada kategori Fun, yang mengharuskan peserta menyelesaikan perjalanan berjarak 100 km dalam 9 aktivitas bersepeda (8 kali bersepeda 10 km, dan 1 kali bersepeda 20 km).

Lalu kategori Move, untuk perjalanan berjarak 100 km dalam 6 aktivitas bersepeda (5 kali bersepeda 15 km, dan 1 kali bersepeda 25 km). Kategori terakhir adalah Unstoppable, jarak total 100 km yang ditempuh dalam  2 kali  bersepeda 30 km dan sekali bersepeda dalam jarak 40 km.

Virtual ride akan berlangsung selama 17 hari mulai dari 20 November-6 Desember 2020, dengan dukungan platform VRace dari SportHeroes. Pendaftaran akan ditutup pada 6 November 2020. (RO/OL-7)

BERITA TERKAIT