23 October 2020, 18:38 WIB

Bom Tewaskan Mufti Damaskus Ulama Suni Terkemuka Suriah


Wisnu AS | Internasional

SEORANG ulama Muslim Suriah terkemuka yang bertanggung jawab atas wilayah Damaskus tewas, Kamis (22/10). Ia meninggal akibat ledakan bom yang dipasang pada mobilnya.

Itu disampaikan kantor berita negara, Sana. Mufti Muslim Sunni untuk Provinsi Damaskus yang tewas itu bernama Adnan al-Afiyuni. Ia dianggap dekat dengan Presiden Bashar al-Assad yang menganut sekte Alawit dari Islam Syiah.

Pengawas perang Observatorium Suriah untuk Hak Asasi Manusia mengatakan ulama berusia 66 tahun itu memainkan peran kunci dalam mencapai kesepakatan rekonsiliasi dengan pejuang pemberontak di pinggiran ibu kota selama perang sembilan tahun negara itu.

Sana mengutip pernyataan Kementerian Wakaf Suriah bahwa Afiyuni tewas akibat bom yang ditanam di mobilnya di kota Qudsaya, barat laut ibu kota.

Pada September 2016, Afiyuni memimpin salat ketika Assad jarang muncul di depan umum untuk merayakan liburan Idul Adha Muslim di Daraya, luar Damaskus. Itu terjadi setelah pemberontak terakhir dievakuasi bulan sebelumnya berdasarkan kesepakatan penyerahan.

Ulama Muslim, yang berjanggut putih panjang, memuji kota itu sebagai teladan bagi Suriah.

Dia mengatakan kepada mereka yang mendengarkan Daraya merupakan bukti hidup bagi semua warga Suriah. "Satu-satunya pilihan yang tersedia bagi Anda yaitu rekonsiliasi dan meninggalkan pertempuran," ujarnya.

Ledakan relatif jarang terjadi di dalam dan sekitar ibu kota sejak pasukan pemerintah mengusir pemberontak dan jihadis terakhir pada 2018.

Menurut Observatorium, setelah serangkaian kemenangan militer yang didukung oleh sekutu utama Rusia, pemerintah mendapatkan kembali kendali atas sekitar 70% negara itu.

Pemantau tersebut mengatakan perang Suriah telah menewaskan lebih dari 380.000 orang dan membuat jutaan orang mengungsi dari rumah mereka sejak  2011 dengan penindasan protes antipemerintah. (AFP/OL-14)

BERITA TERKAIT