23 October 2020, 14:25 WIB

Djokovic Kecewa Gagal di AS dan Prancis Terbuka


Rifaldi Putra Irianto | Olahraga

KENDATI memenangkan Australia Terbuka pada Januari lalu, dengan mengalahkan petenis Austria Dominic Thiem di babak Final. Petenis Nomor satu dunia Novak Djokovic,  mengaku menyesal atas kegagalannya pada dua turnamen Grand Slam yang belum lama ini digelar, yakni Amerika Serikat (AS)  dan Prancis Terbuka.

"Ada penyesalan yang berkepanjangan bahwa saya tidak memenangkan AS Terbuka dan Roland Garros tahun ini," kata Djokovic.

Didiskualifikasi pada AS Terbuka setelah secara tidak sengaja memukul leher hakim garis dengan sapuan keras pada bola, Djokovic harus rela terhenti di babak keempat saat melawan petenis Spanyol Pablo Carreno Busta.

Lebih dari dua minggu selanjutnya, Djokovic terbang ke Prancis untuk merebut gelar Grand Slam ke-18 nya di Roland Garros. Namun upayanya lagi-lagi digagalkan oleh petenis Spanyol, kali ini Rafael Nadal berhasil mebekuk Djokovic dengan straight set di babak final Prancis Terbuka.

Baca Juga: Djokovic Didiskualifikasi dari AS Terbuka

"Saya berada dalam performa yang luar biasa di kedua acara tersebut, tetapi setelah mencapai final Prancis Terbuka, saya dikalahkan oleh pemain yang jauh lebih baik pada hari itu," turur Djokovic.

"Saya di bawah standar, setelah apa yang terjadi di AS Terbuka saya berada dalam situasi yang tidak menguntungkan dan didiskualifikasi," imbuhnya.

"Terlepas dari diskualifikasi AS Terbuka, saya hanya kalah satu pertandingan sepanjang musim ini dan saya telah memainkan beberapa tenis terbaik dalam hidup saya," terangnya.

Petenis asal Serbia itu, kini telah mengumpulkan sebanyak 17 gelar Grand Slam sepanjang karirnya. Masih di bawah Nadal dan Roger Federer yang telah merebut 20 gelar Grand Slam.

Kalah dua set langsung di Final Prancis Terbuka, Djokovic menepis anggapan bahwa dia berada di bawah tekanan Nadal dan Federer yang telah mengumpulkan gelar Grand Slam lebih banyak darinya selaku petenis nomor satu dunia.

"Tekanan telah menjadi bagian dari hidup saya sejak lama dan saya telah belajar bagaimana menghadapinya," sebutnya.

"Jika pun saya pensiun sekarang, saya akan senang dengan semua yang telah saya capai. Tetapi saya masih menikmati berkompetisi dan setiap turnamen yang saya ikuti memberi saya motivasi dan kegembiraan yang besar," terangnya.

Djokovic menambahkan, dirinya akan kembali di Australia Terbuka 2021 dan berusaha untuk mempertahankan gelar Grand Slam satu-satunya musim 2020. (Eurosport/OL-13)

Baca Juga: Djokovic Ukir Sejarah

BERITA TERKAIT