23 October 2020, 13:30 WIB

Siklon Tropis Saudel Picu Gelombang Tinggi di Perairan Indonesia


Ferdian Ananda Majni | Humaniora

BADAN Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini gelombang tinggi yang berpeluang terjadi di beberapa wilayah perairan Indonesia pada Jumat (23/10) hingga Sabtu (24/10). Kondisi ini dipicu oleh kemunculan siklon Tropis Saudel 965 hPa di Laut Cina selatan.

"Ini berdampak secara tidak langsung pada ketinggian gelombang di Laut Natuna utara," ucap Kepala bidang Humas Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Taufan Maulana, Jumat (23/10).

Ia menjelaskan, pola angin di wilayah utara Indonesia umumnya bergerak dari Selatan - Barat Daya, sedangkan di wilayah selatan Indonesia umumnya bergerak dari Timur - Selatan dengan kecepatan angin berkisar 4 - 23 knot.

Selain Laut Natuna utara, BMKG mencatat kecepatan angin tertinggi juga berada di Selat Sunda, dan Laut Jawa bagian barat. "Kondisi ini mengakibatkan tinggi gelombang di sekitar wilayah tersebut," sahut Taufan.

Diperkirakan akan ada peningkatan gelombang setinggi 1.25 hingga 2.50 meter yang berpeluang terjadi di beberapa perairan seperti Selat Malaka bagian utara, Perairan utara Sabang, Perairan barat Aceh, Selat Sumba bagian barat, Perairan P. Sawu, Selat Sape bagian selatan, Laut Sawu, Perairan Kupang - P. Rote, Perairan selatan Flores, Samudra Hindia selatan P. Sawu - P. Rote, Perairan Kep. Anambas - Kep. Natuna, Laut Jawa bagian barat, Samudra Pasifik utara Papua barat - Papua.

Gelombang yang lebih tinggi kisaran 2.5 hingga 4.0 meter berpeluang terjadi di beberapa perairan Indonesia lainnya, di antaranya adalah Perairan barat P. Simeulue - Kep. Mentawai, Perairan barat Bengkulu - Lampung, Samudra Hindia barat Sumatra, Selat Sunda bagian barat dan selatan, Perairan selatan Banten - P. Sumba, Selat Bali - Lombok - Alas bagian selatan, Samudra Hindia selatan Banten - P. Sumba, Laut Natuna Utara.

Potensi gelombang tinggi di beberapa wilayah tersebut dapat berisiko terhadap keselamatan pelayaran. Untuk itu, ucap Taufan, BMKG mengimbau masyarakat untuk selalu waspada, terutama bagi nelayan yang beraktivitas dengan moda transportasi seperti perahu nelayan (kecepatan angin lebih dari 15 knot dan tinggi gelombang di atas 1.25 m).

Lalu, kapal tongkang (kecepatan angin lebih dari 16 knot dan tinggi gelombang di atas 1.5 m), kapal ferry (kecepatan angin lebih dari 21 knot dan tinggi gelombang di atas 2.5 m), dan kapal ukuran besar seperti kapal kargo/kapal pesiar (kecepatan angin lebih dari 27 knot dan tinggi gelombang di atas 4.0 m).

"Mohon kepada masyarakat yang tinggal dan beraktivitas di pesisir sekitar area yang berpeluang terjadi gelombang tinggi agar tetap selalu waspada," pungkasnya. (H-2)

BERITA TERKAIT