23 October 2020, 12:46 WIB

Polisi Amankan 13 Orang Diduga Pengrusak Kantor NasDem Makassar


Lina Herlina | Nusantara

KEPOLISIAN Daerah Sulawesi Selatan mengamankan 13 orang pelaku perusakan dan pembakaran ambulans milik Partai NasDem Makassar, di Jalan AP Pettarani, Kamis (22/10) malam. Kapolda Sulsel, Irjen Merdisyam menjelaskan, jika aksi tersebut awalnya dilakukan oleh sejumlah elemen buruh dan mahasiswa menolak Omnibus Law  UU Cipta Kerja. 

"Tapi setelah Magrib, mulai disusupi juga dengan aliansi makar. Disebut makar, karena sudah melakukan pengrusakan dan pembakaran," jelasnya, Jumat (23/10)

"Di beberapa CCTV yang diperiksa, mereka akhirnya mendapat perlawanan dari masyarakat, sehingga kita tadi melakukan upaya-upaya mulai dari persuasif sampai upaya-upaya penegakan hukum pendorongan. Bahkan kita upayakan pembubaran dan sebisa mungkin memang kita mengurangi jatuhnya korban," sambung Merdisyam

Saat ditanya Aliansi Makar tersebut dari mana? Merdisyam belum menjelaskan secara detail. Tapi menurutnya, mereka menyusup ke barisan mahasiswa, melakukan upaya-upaya provokasi dan melakukan upaya-upaya anarkis.

"Untuk 13 orang yang diamankan, itu masih kita dalami. Kita lakukan pengumpulan bukti-bukti nanti. Kita bekerja keras, melakukan upaya penegakan hukum, memisahkan masyarakat dengan mahasiswa yang aksi juga dengan kelompok-kelompok yang melakukan provokasi," lanjutnya. 

Sementara itu, Wakil Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman berharap tidak ada lagi aksi anarkis. 

"Adik-adik mahasiswa yang perjuangannya murni jadi tercederai, jika disusupi seperti ini. Ada tamu tidak diundang. Jadi harus berhati-hati dan rapih, karena tidak mungkin mahasiswa merusak," serunya.

baca juga: Lagi-lagi, Aksi Anarkistis di Makassar, Kantor NasDem Jadi Korban

Terpisah, Ketua DPC NasDem Kota Makassar, Rachmatika 'Cicu' Dewi mengaku sangat menyayangkan kejadian itu, tapi mengucap syukur karena tidak ada korban jiwa pada insiden yang menimpa kantornya itu.

Ia juga mengaku, hari ini, Jumat (23/10), akan melaporkan kejadian tersebut ke kepolisian. 

"Kami akan minta kepada kapolda dan kapolrestabes untuk mengusut tuntas kejadian ini karena kami merasa sangat dirugikan. Tidak hanya merusak, tapi sudah menjarah. Laptop, televisi diambil, komputer juga, berkas semua ikut," urai Cicu. (OL-3)
 

BERITA TERKAIT