23 October 2020, 11:50 WIB

Meski Pandemi, Pelaporan SPT 2020 Sentuh 13 Juta Wajib Pajak


M Ilham Ramadhan Avisena | Ekonomi

DIREKTUR Jenderal Pajak Kementerian Keuangan Suryo Utomo menuturkan, pelaporan Surat Pemberitahuan Pajak (SPT) Tahunan di 2020 sudah mencapai 13 juta wajib pajak. Angka itu meningkat tipis dibanding realisasi pelaporan SPT Tahunan 2019 sebanyak 12,8 juta laporan.

"Penyampaian SPT Tahunan di tahun 2020 mengalami peningkatan dari 12 juta 800 ribuan di tahun 2019, tahun ini dapat mencapai pada angka 13 jutaan. Jadi ada peningkatan walaupun tidak besar," ujar dia dalam  Spektaxcular 2020 secara virtual, Jumat (23/10).

Suryo menambahkan, peningkatan pelaporan SPT Tahunan itu perlu diapresiasi lantaran terjadi di tengah pandemi covid-19 yang telah menekan perekonomian nasional. Namun, dari pandemi itu pula Ditjen Pajak mampu beradaptasi dan mempercepat pemanfaatan teknologi digital.

Peningkatan pelaporan SPT Tahunan itu juga kian mendekati target wajib pajak orang pribadi yang mencapai 18 juta orang. Suryo bilang, pihaknya akan terus memanfaatkan teknologi digital untuk mempermudah masyarakat menyampaikan kewajibannya.

Dari kemudahan yang ditawarkan dengan pemanfaatan teknologi itu pula diharapkan terjadi peningkatan kepatuhan wajib pajak dalam menyampaikan kewajibannya. "Harapan besar kami adalah terjadi peningkatkan kepatuhan perpajakannya," ujar Suryo.

Dia juga menyatakan, Ditjen Pajak akan memanfaatkan sarana teknologi digital itu untuk menyosialisasikan keberadaan insentif pajak dalam program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN).

"Kami juga gunakan platform untuk terus menyampaikan kepada masyarakat bahwa pemerintah melaksanakan kegiatan pemulihan ekonomi nasional. Wajib pajak dapat memanfaatkan insentif-insentif yang diberikan oleh pemerintah dalam rangka untuk tetap mempertahankan dan meningkatkan kegiatan usahanya di masa pandemi covid-19," tutur Suryo.

Pemerintah telah mengalokasikan anggaran insentif perpajakan dalam program PEN sebesar Rp120,6 triliun. Namun sejak program itu digulirkan pada April 2020, realisasinya baru mencapai Rp29,6 triliun, atau 24,6% dari dana yang tersedia. (E-2)

BERITA TERKAIT