23 October 2020, 11:15 WIB

Kemenperin Pacu Industri Gula Supaya Makin Manis


Insi Nantika Jelita | Ekonomi

MENTERI Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita menuturkan pihaknya tengah menggenjot tumbuhnya pabrik gula baru guna memenuhi kebutuhan pasar domestik yang terus meningkat.

Hal itu disampaikam usai mendampingi Presiden Joko Widodo pada peresmian pabrik gula PT Prima Alam Gemilang (PAG) di Bombana, Sulawesi Tenggara, Kamis (22/10).

"Seperti yang disampaikan Bapak Presiden dalam sambutannya, saat ini kebutuhan komoditas gula di Indonesia mencapai 5,8 juta ton per tahun. Dari jumlah tersebut, baru 2,1 juta ton yang mampu diproduksi di dalam negeri," ungkap Agus dalam keterangannya Jumat (23/10).

Ia menyebut perlu adanya kebijakan strategis yang dapat menciptakan iklim investasi yang kondusif di Tanah Air. Guna mencapai sasaran tersebut, perlu adanya fasilitas memperoleh bahan baku dalam rangka pembangunan pabrik gula baru maupun perluasan.

Untuk itu, pihaknya telah menerbitkan Peraturan Menteri Perindustrian Nomor 10 Tahun 2017 tentang Fasilitas Memperoleh Bahan Baku Dalam Rangka Pembangunan Industri Gula.

"Tujuannya adalah untuk menarik minat investasi, meringankan beban biaya investasi yang besar, dan membantu efisiensi operasional pabrik," ujar Agus.

Dibangun pada awal 2017, pabrik gula PT Prima Alam Gemilang mulai berproduksi pada Agustus 2020. Kapasitas pabrik ini mampu mengolah tebu 8.000 ton cane per day (TCD) dan bisa ditingkatkan lagi hingga 12.000 TCD.

Dengan kapasitas tersebut, Menperin mengatakan, pabrik tersebut mampu memproduksi gula kristal putih sebanyak 800 hingga 1.200 ton per hari. Di samping itu, pendirian pabrik gula PT PAG Bombana didorong untuk mengurangi impor.

"Artinya, bisa memperbanyak devisa negara dan memperkuat neraca transaksi berjalan kita," kata Agus. (E-2)

BERITA TERKAIT