23 October 2020, 05:55 WIB

Faktor Bahrain diHalmahera Selatan


Hijrah Ibrahim | Pilkada

BAHRAIN Kasuba yang juga Bupati Kabupaten Halmahera Selatan, Provinsi Maluku Utara, gagal maju bertarung di Pilkada serentak 9 Desember 2020. Usahanya untuk mempertahankan jabatan kandas karena terkendala dukungan.

Bahrain yang melakukan pendaftaran pada hari terakhir, 6 September, ditolak lantaran tidak memenuhi syarat registrasi dan 20% dukungan partai di DPRD. Saat itu, dia tidak ikut mendaftar ke KPU, tapi hanya diwakili bakal calon wakil bupatinya, Muchlis Sangaji, serta pimpinan Partai Gerindra sehingga tidak memenuhi syarat registrasi.

Menurut Ketua KPU Kabupaten Halmahera Selatan Darmin Haji Hasim, pihaknya berpedoman pada Peraturan KPU Nomor 3 Tahun 2017 tentang Pencalonan Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur, Bupati dan Wakil Bupati, Wali Kota dan Wakil Wali Kota. “PKPU mengatur bakal calon dan pimpinan partai koalisi harus hadir dalam pendaftaran,” terangnya.

Bahrain-Muchlis awalnya mendapatkan dukungan tiga partai, yakni Gerindra, PKPI, dan Berkarya. Namun, jelang pendaftaran, Partai Berkarya yang mengalami perubahan struktur kepengurusan di tingkat pusat dari ketua umum sebelumnya, Hutomo Mandala Putra, ke Muchdi PR menganulir dukungan.

Berkarya pun mengalihkan dukungannya ke pasangan Usman Sidik–Hasan Ali Bassam Kasuba. Langkah itu kemudian diikuti PKPI. Bahrain yang tinggal didukung satu partai kemudian mencoba mendekati Partai Demokrat, tetapi gagal.

Dia mengatakan, apa yang dialaminya tersebut merupakan buah dari permainan kasar rivalnya. “Mereka menjegal saya agar tidak mendapatkan partai pengusung sebagai syarat pencalonan,” cetusnya kepada Media Indonesia, baru-baru ini.

Bahrain memang gagal berkontestasi, tetapi dia mengakui masih memiliki pendukung setia di 30 kecamatan dan 249 desa. Hal itu akan berdampak signifikan terhadap partisipasi pemilih pada pemungutan suara 9 Desember nanti.

Kekuatan Bahrain


Pengamat politik Helmi Alhadar mengatakan gagalnya Bahrain Kasuba maju menjadi pukulan bagi para pendukungnya. “Partisipasi masyarakat dalam pilkada Halmahera Selatan kali ini akan berkurang, mengingat Bahrain Kasuba yang merupakan bupati aktif secara objektif masih memiliki pendukung setia dan cukup besar,” ucapnya.

Namun, imbuh Helmi, hal itu sangat bergantung pada kemampuan komunikasi politik dari dua pasangan calon, Usman-Basam dan Helmi Umar Muchsin-La Ode Arfan, untuk mengambil dukungan Bahrain.

“Melihat realitas itu, Helmi lebih memiliki kans merayu Bahrain untuk mendukung pihaknya dengan konsesi politik yang disepakati, termasuk mengakomodasi istri sang petahana dan pendukungnya dalam pemerintahan nanti.”

Menurutnya, Bahrain berpeluang mengalihkan dukungan ke Helmi-La Ode karena Usman-Basam yang diyakini berperan menggagalkannya maju. Ada dugaan kubu Usman-Basam sengaja menjegal sang petahana dengan meraup dukungan dari mayoritas partai politik, termasuk PKPI. Padahal, PKPI merupakan partai sang petahana.

“Namun, apabila komunikasi politik tidak berjalan sesuai harapan para pihak sehingga incumbent tetap menunjukkan sikap pasif, kemungkinan tingkat partisipasi masyarakat akan sedikit menurun. Harus diingat, sang petahana masih punya kekuatan dan peran yang tidak bisa dianggap sepele. Dia juga punya pendukung yang cukup militan,” tandas Helmi. (X-8)

BERITA TERKAIT