23 October 2020, 05:30 WIB

#Hidup100 Persen tanpa Narkoba


. (Dmr/Ykb/J-1) | Megapolitan

TAGAR Hidup 100 Persen sadar, sehat, produktif, dan bahagia tanpa narkoba terus disuarakan Badan Narkotika Nasional (BNN) untuk mencegah penyalahgunaan narkoba di masyarakat.

Direktur Informasi dan Edukasi Badan Narkotika Nasional (BNN) RI Brigjen Purwo Cahyoko mengatakan, tagar tersebut merupakan upaya perubahan pada citra BNN dalam mengedukasi masyarakat agar menjauhi bahaya narkoba.

Menurut Purwo, BNN sebelumnya berkampanye antinarkoba secara otoritatif. BNN dipandang kaku dalam menyosialisasikan gerakan antinarkoba di masyarakat. Menurut Purwo, dengan adanya model kampanye baru yang menarik, dia berharap BNN bisa lebih fleksibel dan mendapat banyak respons dari masyarakat.

"Kampanye BNN yang dulunya larangan, menjadi pilihan. Yang dulunya otoritatif, menjadi fleksibel," ungkap Purwo dalam forum diskusi BNN, di Hotel Bidakara, Jakarta, kemarin.

Purwo menjelaskan mengenai kampanye #hidup100persen oleh BNN, menurutnya, seperti halnya seniman, hidup juga harus 100%, sadar, berperilaku sehat, produktif, dan dengan itu dipastikan bahagia.

"Tagar Hidup 100 Persen bukan hanya milik BNN, melainkan juga diharapkan menjadi milik masyarakat seutuhnya. Jika hidup 100% sudah tercapai, bisa dipastikan tanpa Narkoba," tuturnya.

Sementara itu, BNN, kemarin, memusnahkan 139,027 kilogram sabu, 77.121 butir ekstasi, dan 48 gram eutilon di halaman parkir Kantor BNN, Cawang, Jakarta Timur.

Karo Humas dan Protokol BNN RI Sulistyo Pudjo Hartono mengatakan, pemusnahan narkotika tersebut merupakan hasil dari pengungkapan 11 kasus peredaran gelap narkotika yang dilakukan BNN pada Juni sampai dengan September 2020.

BNN Provisi Banten, kemarin, juga memusnahkan 301 kilogram ganja. Pemusnahan itu dipimpin langsung Ketua BNN Heru Winarko didampingi Kepala BNNP Banten Brigjen Hendri Marpaung, Kapolda Banten Irjen Fiandar, beserta Forkopimda Provinsi Banten. (Dmr/Ykb/J-1)

BERITA TERKAIT