23 October 2020, 03:30 WIB

Di Rumah pun Pakai Masker dan Tidur Terpisah


Surya Sriyanti | Nusantara

BEGITU mendapat telepon pemberitahuan ada pasien covid-19 meninggal dunia, dr Ricka Brillianty Zaluchu bersama timnya di RSUD Doris Sylvanus Palangka Raya, Kalimantan Tengah (Kalteng), bersiap-siap memasuki ruang tempat pasien yang meninggal tersebut dirawat.

Dengan mengenakan baju level tiga yang tertutup, tidak bebas bernapas, dan panas, dokter spesialis forensik dan medikolegal itu pun mulai melakukan pemulasaraan jenazah secara protokol covid-19.

Apa yang dilakukan Ricka tersebut merupakan salah satu tahapan dalam penanganan pasien terkonfi rmasi covid-19 yang meninggal dunia di rumah sakit. Pemulasaraan secara protokol covid-19 harus dilakukan tim khusus yang dipimpin seorang dokter forensik.

Aktivitas itulah yang dilakukan lulusan Fakultas Kedokteran Universitas Diponegoro, Semarang, Jawa Tengah, bersama 13 anggota timnya di Tim Covid Kamboja RSUD Doris Sylvanus.

“Pemulasaraan dilakukan langsung di ruang tempat pasien dirawat bukan dipindahkan ke ruang lain. Ini untuk meminimalisasi terjadinya perpindahan virus dari tempat dia meninggal sampai ke ruangan lain yang harus dilalui dan jaraknya cukup jauh,” jelas Ricka yang sudah lima tahun bertugas di RSUD tersebut, Rabu (21/10) malam.

Ricka mengaku tidak takut tertular walau sering mengurus jenazah pasien covid-19.

Allahhualam, semua orang pasti punya rasa takut. Bohong kalau merasa tidak takut. Saya adalah ibu dari dua anak dan kalau di rumah saya memilih tidur di kamar sendiri. Kalaupun saya berinteraksi dengan anak-anak, saya akan memakai masker dalam rumah,” jelas perempuan berhijab berdarah Minang dan Nias itu lagi.

Menurut Ricka, sebelum timnya bekerja melakukan pemulasaraan ke ruang isolasi, ia harus memastikan terlebih dahulu apa status pasien itu.

“Kalau hasil swab-nya positif, kami akan melakukan secara protokol covid-19, sebelumnya ada tim yang mengedukasi keluarga almarhum,” jelasnya.

Yang penting, lanjut Ricka, keluarga harus diberitahu bahwa area permakaman sudah ditentukan pemerintah daerah. Untuk Palangka Raya lokasi permakaman di Tjilik Riwut Km 12.

“Proses pemulasaraan jenazah itu sebenarnya sebentar saja, tapi yang lama adalah mengumpulkan pernak-perniknya sebab yang kami urus cukup banyak,” tambahnya. (Surya Sriyanti/X-7)

BERITA TERKAIT