23 October 2020, 07:00 WIB

Kementerian LHK Dukung Padat Karya Lewat Penanaman Mangrove


JI/S3-25 | Politik dan Hukum

KEMENTERIAN Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) mendukung program pemulihan ekonomi nasional (PEN) yang digencarkan pemerintah melalui kegiatan padat karya (PK/cash for work) di 34 provinsi. Salah satunya melalui kegiatan padat karya penanaman mangrove (PKM) di Pantai Pulau Cemara Sawojajar, Brebes, Jawa Tengah, kemarin.

Penanaman bibit pohon mangrove tersebut secara simbolis dilakukan oleh tiga menteri yakni, Menteri LHK Siti Nurbaya, Menko Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut B Panjaitan, serta Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo. Hadir pula, Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen dan Bupati Brebes Idza Priyanti.

Penanaman simbolis 1.000 bibit pohon mangrove itu nantinya dilanjutkan masyarakat Desa Sawojajar, Brebes, Jateng, di lahan seluas 140 hektare. Kegiatan pada wilayah kerja BPDASHL Pemali Jratun ini melibatkan enam kelompok masyarakat (pokmas) dengan jumlah 25.382 Hari Orang Kerja (HOK).

Pada kesempatan itu, Menteri LHK Siti Nurbaya menyampaikan penanaman mangrove tahun ini akan dilaksanakan oleh lebih dari 863 pokmas binaan Kementerian LHK (pokmas perhutanan sosial, kemitraan kawasan konservasi, kelompok tani hutan) dan pokmas lainnya yang banyak tergantung pada keberadaan ekosistem mangrove.

Dana padat karya penanaman mangrove nantinya didistribusikan langsung ke rekening masing-masing anggota pokmas sebagai bentuk upah kerja dan pembelian bahan seperti untuk penyediaan bibit, bambu untuk air, dan pelindung tanaman.

“PKM seluas 15.000 hektare tahun ini ialah kegiatan yang benar-benar berorientasi untuk meningkatkan kondisi ekonomi masyarakat pesisir
di 34 provinsi. Kegiatan PKM ini akan melibatkan lebih dari 30 ribu orang dalam 50 hari kerja atau bila dihitung dengan jumlah HOK akan mencapai lebih dari 1,5 juta HOK,” ujar Menteri Siti.

Menteri Siti juga menyampaikan pesan dari Presiden Jokowi agar proses pembangunan harus diiringi dengan pemulihan lingkungan. Selain itu, dinamika di tengah-tengah rakyat harus dijaga agar terus bergeliat.

“Terkait hal tersebut, Kementerian LHK memiliki sejumlah program yaitu padat karya pangan nasional dan padat karya penanaman mangrove. Kami juga membina serta mendampingi masyarakat melalui diklat jarak jauh,” tutur Menteri Siti.

Kegiatan PKM ini ialah kegiatan di luar kegiatan padat karya penanaman yang rutin dilaksanakan oleh Kementerian LHK setiap tahun. Kegiatan-kegiatan Kementerian LHK yang berbasiskan padat karya, di antaranya melalui rehabilitasi hutan dan lahan, pembuatan bangunan sipil teknis konservasi tanah dan air, serta pembuatan dan penanaman kebun bibit rakyat (KBR). Kegiatan-kegiatan rutin tersebut melibatkan masyarakat lebih dari 5,9 juta HOK setiap tahun.

Peduli lingkungan

Sementara itu, Menko Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Panjaitan menyampaikan pemerintah tengah mendorong pemulihan mangrove seluas 600 ribu hektare hingga 4 tahun ke depan. Ia juga menekankan peran penting mangrove dalam mencegah abrasi dan banjir rob.

“Program ini akan menunjukkan kepada dunia bahwa pemerintah Indonesia peduli lingkungan. Yang penting konsistensi kita dan ini akan membantu lapangan kerja khususnya petani dan nelayan kita,” ucap Menko Luhut.

Keberhasilan pemulihan mangrove juga akan berdampak pada kesejahteraan masyarakat. Luhut menyampaikan apabila mangrovenya dalam kondisi baik, akan jadi habitat yang baik pula bagi ikan, kepiting, dan sebagainya. Kondisi tersebut yang akan membawa kesejahteraan masyarakat pesisir.

“Persoalan mangrove ini tanggung jawab kita bersama, agar kita dapat mewariskan mangrove serta lingkungan yang lestari bagi generasi yang akan datang,” pungkas Luhut.

Pada kegiatan tersebut, Menteri LHK Siti Nurbaya juga secara simbolis menyerahkan sejumlah bantuan berupa 2 buah truk sampah, 3 buah motor pengangkut sampah, Bank Pesona, bibit produktif, dan tabungan PEN PKM. (JI/S3-25)

BERITA TERKAIT