23 October 2020, 00:48 WIB

Pesantren Kiblat Solusi Pendidikan Nasional Masa Covid-19


Bagus Suryo | Nusantara

PENDEMI covid-19 membuat darurat pendidikan nasional sejalan dengan kesehatan dan ekonomi. Karena itu pemerintah harus menjadikan pesantren sebagai kiblat dalam mendapatkan solusi.

"Pesantren bisa menjadi solusi dan memberikan jalan keluar di tengah keterbatasan yang dimiliki," tegas Panglima Santri Muhaimin Iskandar di Pesantren Sabilur Rosyad, Malang, Jawa Timur, Kamis (22/10).

Dalam memperingati Hari Santri, Muhaimin meluncurkan santrinet. Platform digital yang lahir dari pesantren itu diyakini bisa menjadi solusi atas kebuntuan model baru pendidikan di masa pandemi.

Sebab, sejak awal pandemi, semua negara tidak berdaya. Namun, pesantren menjadi tempat paling tepat dalam mengatasi hambatan pembelajaran jarak jauh (PJJ) selama masa pandemi covid-19.

"Pesantren justru bangkit, tangguh, bersatu dalam menghadapi tantangan pandemi. Dalam suasana paling sulit, pesantren terbukti lebih kokoh," katanya.

Muhaimin menyatakan imbas pandemi membuat perekonomian dunia ambles kian dalam. Bahkan, Indonesia diambang resesi. Dalam kondisi itu semua negara kelimpungan mengatasi kesehatan dan ekonomi. Demikian juga pendidikan nasional mengalami titik darurat.

Baca juga : Duta Pesantren Dapat Uang Pembinaan Rp125 Juta

Menurut Muhaimin, ada tiga imbas pandemi sekaligus menjadi tantangan bersama, yakni mengatasi pengangguran, penghasilan yang menurun dan kualitas hidup. Dari imbas itu mengakibatkan pendidikan dalam bahaya sejalan dengan kesehatan dan ekonomi.

Sejauh ini, katanya, pengangguran di dunia akibat dampak pandemi sebanyak 1,5 miliar. Di Indonesia, pengangguran dari 6,5 juta menjadi 11 juta lebih. Pengangguran itu menambah kemiskinan, yang akhirnya berdampak pada pendidikan dan kesehatan.

"Gara-gara PJJ banyak siswa dan orangtua kesulitan mengatasi proses pendidikan. Dalam situasi seperti itu banyak yang keteteran," ungkapnya.

Untuk itu kini menjadi momentum bagi pesantren dan santri guna menguatkan gerakan bangkit belajar mengatasi kebuntuan dan stagnasi. Semua pihak didorong bergotong royong dan saling membantu.

"Insya Allah pesantren bisa memberikan solusi atas tantangan pendidikan," imbuhnya.

Sembari menunggu kebijakan menteri pendidikan dan menteri agama, lanjutnya, pesantren dan santri harus bahu-membahu. "Bila santri baik-baik saja, maka Insya Allah Indonesia aman. Santri sehat, Insya Allah Indonesia sehat," pungkasnya.(OL-2)

BERITA TERKAIT