23 October 2020, 00:16 WIB

Cari Tau Cara Atasi Banjir, Pansus DPRD Belajar dari Surabaya


Putri Anisa Yuliani | Megapolitan

PANITIA Khusus (Pansus) Banjir DPRD DKI Jakarta menyambangi Kota Surabaya, Jakarta Timur guna mempelajari Ibu Kota Provinsi Jawa Timur itu mengatasi masalah banjir. Anggota Pansus Banjir diterima langsung oleh Wali Kota Surabaya Tri Risma Hariani.

Sebelumnya, Pansus Banjir juga sudah ke Pekalongan dan Semarang untuk mempelajari hal yang sama. Ketua Pansus Banjir DPRD DKI ZIta Anjani mengatakan, secara geografis, Surabaya memiliki kemiripan dengan Ibu Kota. Karena posisinya yang sama berada di tepi laut, dan juga datarannya rendah, persis seperti Jakarta.

"Selain itu, kami memilih Surabaya karena 10 tahun yang lalu mereka mengalami banjir yang sangat parah. 52% daerahnya digenangi banjir. Kemudian di bawah kepemimpinan bu Risma, Surabaya berhasil menurunkan banjir sampai 2,3%. Itu adalah bukti narasi yang dikerjakan," kata Zita Anjani, Kamis (22/10).

Dalam kunjungan itu, Zita menjelaskan, pihaknya langsung menanyakan cara dan upaya kepada Pemkot Surabaya agar DKI bebas banjir. Harapannya, pelajaran dari Pemkot Surabaya bisa menjadi masukan untuk Pansus Banjir dalam menyusun rekomendasi.

"Pesannya ada lima. Satu, pedestrian atau jalan. Ketika membuat jalan, pastikan saluran di bawah jalan yang lebih utama. Agar sistem drainasenya berjalan baik. DKI belum sinkron untuk itu, masih utamakan membangun jalan, salurannya tidak diperhatikan. Kedua, perhatikan kapasitas 'Catchment' atau tangkapan airnya. Sesuaikan dengan saluran yang menampung. Agar airnya bisa disimpan, dan kemudian dialirkan secara alami," jelasnya.

Baca juga : Pemprov DKI Tambah Pompa untuk Antisipasi Banjir

Ketiga, air adalah anugerah dari Tuhan baik itu datangnya dari laut atau banjir rob, hujan lokal, ataupun air kiriman.

"Pasti sulit. Makanya kita jangan hanya berdalih, kerja keras lebih baik. Keempat, kolaborasi antar dinas dan kesadaran warga. Ketika musim hujan, seluruh dinas harus dikerahkan, tidak hanya satu atau dua dinas saja. Begitu juga dengan warga, kampanye bahaya banjir dan sebabnya sudah dilakukan lebih awal. Sehingga timbul keasadarannya untuk ikut serta menjaga kelestarian," lanjutnya

Kelima, sebelum air masuk kota, kurangi debitnya terlebih dahulu. Pastikan aliran sungai memadai. Pemprov DKI harus tahu memecah debit sungai dan memberi jalan untuk air. Sehingga debit air tidak melebihi kapasitas tampungan saluran, kali, maupun waduk yang ada di Jakarta.

Wakil Ketua DPRD DKI itupun mengapresiasi atas masukan dari Pemkot Surabaya.

"Intinya, keseriusan menangani banjir adalah kunci. Jika banyak dana dan rencana tanpa eksekusi, maka DKI akan tetap sama ceritanya setiap awal tahun, banjir. Kami dari DPRD akan memberikan rekomendasi. Mau digunakan atau tidak, yang jelas kami sudah bekerja dengan serius agar DKI bebas banjir," ujarnya. (OL-7)

BERITA TERKAIT