23 October 2020, 00:30 WIB

Tepat Memilih Masker saat Pandemi


MI | Ekonomi

AKTIVITAS di era new normal selama masa pandemi coronavirus disease (covid-19) mengharuskan masyarakat menggunakan masker.
Itu dilakukan guna memutus mata rantai penyebaran covid-19 dan sekaligus melindungi penggunanya dari bahaya bakteri dan virus
lainnya.

Namun, sering kali pemakaian masker terlalu lama menimbulkan keluhan, seperti sesak napas, gerah, hingga timbul permasalahan kulit.

Mitra Dokter Halodoc Alfi Auliya Rachman menyampaikan, untuk mencegah covid-19 berdasarkan panduan World Health Organization (WHO), antara lain memakai masker kain atau nonmedis yang terdiri dari tiga lapis.

“Kombinasi berbagai jenis kain dan material harus mampu memfilter bakteri dan virus minimal 60%, ini masuk Standar Nasional Indonesia (SNI),” ujar Alfi dalam jumpa pers virtual, Rabu (21/10).

Di sisi lain, kata Alfi , sebagian masyarakat belum menggunakan masker dengan benar. Padahal, pemakaian masker mesti benar, yakni hidung dan mulut harus tertutup.

Menjawab kebutuhan tersebut, brand fashion asal ‘Negeri Sakura’, Uniqlo meluncurkan masker wajah AIRism di Indo nesia pada 21 September 2020.

Sebelum diluncurkan secara global, masker AIRism pertama kali diluncurkan di Jepang pada Juni 2020 dan telah menuai tanggapan positif serta popularitas yang luar biasa dari konsumen.


Berkualitas tinggi

Marketing Manager Uniqlo Indonesia Evy Christina menjelaskan masker AIRism ialah masker wajah berkualitas tinggi yang bisa mengoptimalkan perlindungan dan kenyamanan untuk pemakaian sehari-hari. Hal itu telah dibuktikan uji laboratorium di Jepang beberapa bulan lalu.

Kelebihan masker AIRism, di antaranya dibuat dengan struktur tiga lapis dengan nano filter di bagian tengah masker. Nano filter ini memiliki nilai BFE (efisiensi filtrasi bakteri) dan efisiensi filtrasi partikel sebesar 99% yang bisa menghalangi masuknya percikan air dan melindungi dari bakteri dan partikel yang terkontaminasi virus. Filter itu lalu dibalut kain mesh berteknologi AIRism yang lembut dan breathable.

Masker AIRism juga memiliki nilai UPF (ultraviolet protection factor) 40 sehingga menghalangi 90% sinar ultraviolet dan amat cocok digunakan di Indonesia di jalur khatulistiwa. “Masker AIRism dapat dicuci baik menggunakan tangan maupun mesin cuci dengan detergen. Filter masih mampu mempertahankan kegunaannya, bahkan setelah 20 kali pencucian pada temperatur 40 derajat celsius,” ujarnya.

Masker ini tersedia dalam tiga pilihan ukuran S, M, dan L yang cocok digunakan anak-anak berusia 3 tahun ke atas hingga orang dewasa. “Masker AIRism tersedia dua pilihan warna, putih dan hitam. Mulai November 2020 akan hadir warna baru, yaitu abuabu,” tutupnya. (Gan/S-3)

 

BERITA TERKAIT