22 October 2020, 19:00 WIB

ASN di Lingkungan Pemkab Cianjur Wajib Tes Urine


Benny Bastiandy/Budi Kansil | Nusantara

APARATUR sipil negara (ASN) di lingkungan Pemkab Cianjur, Jawa Barat, merupakan satu di antara elemen yang wajib dites urine. Langkah tersebut dilakukan untuk mendeteksi potensi penggunaan konsumsi narkoba di kalangan aparatur pemerintah.

Asisten Daerah I Setda Kabupaten Cianjur, Asep Suparman, menjelaskan tes urine sekaligus sosialisasi program pencegahan, pemberantasan, penyalahgunaan, dan peredaran gelap narkoba (P4GN) rutin dilaksanakan kepada kalangan ASN. Agenda itu sebagai upaya memberantas penyalahgunaan narkoba di kalangan pegawai pemerintah.

"Di lingkungan ASN sampai saat ini kita sudah mulai melaksanakan tes urine dan sosialisasi," terang Asep, Kamis (22/10).

Pelaksanaan tes urine dan sosialisasi P4GN bekerja sama dengan Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Cianjur. Untuk hasil tes urine, Asep menyerahkan sepenuhnya kepada BNNK sebagai lembaga resmi bentukan pemerintah yang konsen terhadap penindakan penyalahgunaan dan pemberantasan narkoba.

"Hasilnya (tes urine) nanti ada di BNNK yang lebih berwenang," tutur Asep.

Saat ini di Kabupaten Cianjur terus dibentuk Desa/Kelurahan Bersih dari Narkoba atau Desa/Kelurahan Bersinar. Pemkab Cianjur mengapresiasi program tersebut karena melibatkan langsung partisipasi masyarakat mengawasi dan memerangi narkoba.

"Sudah dibentuk sampai ke kecamatan dan pokja desa. Jadi, petunjuk pelaksanaan dan pedoman, kita juga koordinasi dengan BNNK," jelas Asep.

Asep berharap terbentuknya Desa/Kelurahan Siaga bisa menekan frekuensi peredaran dan penyalahgunaan narkoba di kalangan masyarakat. Asep tak memungkiri memberantas narkoba bukan perkara mudah.

"Butuh perjuangan keras. Untuk mendukung berbagai upaya itu, kita sudah mengeluarkan regulasi-regulasi berkaitan dengan pencegahan penyalahgunaan dan peredaran narkoba. Kita gerakan semua potensi-potensi. Termasuk memberikan pemahaman pentingnya ketahanan keluarga untuk mencegah penyalahgunaan dan peredaran narkoba," pungkasnya.

Di Kabupaten Cianjur, Kecamatan Cianjur Kota merupakan satu di antara enam daerah yang cukup tinggi tingkat kerawanan penyalahgunaan dan peredaran narkoba. Pihak kecamatan pun sudah membentuk Satgas Antinarkoba di lima desa dan enam kelurahan di wilayah itu.

"Keberadaan Satgas Antinarkoba ini tentu untuk menekan angka penyalahgunaan dan peredaran kasus narkoba di Kecamatan Cianjur. Kita terus berupaya agar nol kasus," kata Camat Cianjur, Tom Dani Gardiat, Kamis (22/10).

Tom menyebut angka peredaraan dan penyalahgunaan narkoba di Kecamatan Cianjur paling tinggi di Kabupaten Cianjur. Karena itu, di wilayah-wilayah perbatasan dibuat pagar betis. "Ini untuk menangkal masuknya narkoba ke wilayah kami," pungkasnya. (OL-13)

Baca Juga: KPK Tetapkan Dirut PT PAL Tersangka Kasus PT DI

 

BERITA TERKAIT