22 October 2020, 16:43 WIB

Intelijen Amerika Endus Iran dan Rusia Ganggu Pilpres


Mediaindonesia.com | Internasional

RUSIA dan Iran disebut-sebut bersama-sama berusaha mengganggu pemilihan presiden Amerika Serikat 2020. Hal tersebut disampaikan Badan Intelijen Nasional Amerika Serikat.

"Kami telah memastikan bahwa beberapa informasi pendaftaran pemilih telah diperoleh oleh Iran dan secara terpisah oleh Rusia," Direktur Badan Intelijen Nasional Amerika Serikat, John Ratcliffe, Rabu (21/10), dalam konferensi pers yang diatur dengan tergesa-gesa.

Pihaknya mengaku sudah melihat Iran mengirimkan surat-surat elektronik palsu. Ini dirancang untuk mengintimidasi para pemilih, menghasut kerusuhan sosial, dan merugikan Presiden Trump.

Menurut sumber pemerintah, Ratcliffe mengacu pada surat elektronik yang dikirim pada Rabu (21/10). Surat tersebut, katanya, dirancang agar terlihat seperti berasal dari kelompok Proud Boys yang pro-Trump.

Badan-badan intelijen AS sebelumnya memperingatkan bahwa Iran mungkin ikut campur untuk membahayakan posisi Trump. Sebaliknya, Rusia berusaha membantu presiden petahana itu dalam pemilihan.

Para pakar di luar badan intelijen mengatakan bahwa jika Ratcliffe benar, Iran akan berusaha membuat Trump terlihat buruk. Surat elektronik tersebut sedang diselidiki.

Satu sumber intelijen mengatakan masih belum jelas dalang di balik aksi pengiriman surat itu. Sejumlah surat elektronik disertai dengan video yang kebenarannya ditepis para ahli.

Video tersebut dimaksudkan untuk menunjukkan cara surat suara palsu dapat dikirimkan. Sebagian besar informasi soal pendaftaran pemilih boleh diketahui publik. (Ant/OL-14)

BERITA TERKAIT