22 October 2020, 15:51 WIB

Anggaran Bansos DKI Cukup sampai Akhir Tahun


Putri Anisa Yuliani | Megapolitan

WAKIL Ketua DPRD DKI Jakarta M. Taufik menegaskan pihaknya tak akan mengganggu gugat anggaran Belanja Tak Terduga (BTT) Pemprov DKI Jakarta senilai Rp5,2 triliun. Angka ini terdapat dalam pembahasan Rancangan APBD Perubahan 2020 yang sedang berlangsung.

Taufik menyebut anggaran itu tidak akan dikurangi dan belum ada pengajuan untuk ditambah karena dipandang masih cukup untuk menanggulangani covid-19 hingga akhir tahun.

Dalam APBD 2020, Pemprov DKI mengeposkan seluruh dana penanggulangan covid-19 ke anggaran BTT. Anggaran itu digunakan selain untuk memenuhi kebutuhan medis, juga pengadaan bantuan sosial (bansos) dan pemulihan ekonomi.

"Iya itu tetap sekitar Rp5 triliun. Itu sudah cukup sampai Desember," kata Taufik. Anggaran tersebut sebelumnya didapat dari realokasi anggaran yakni mencoret sejumlah anggaran di SKPD lain guna penanggulangan covid-19.

Di sisi lain, untuk tetap melanjutkan program pembangunan infrastruktur, Pemprov DKI mendapatkan pinjaman dari pemerintah pusat melalui PT Sarana Multi Infrastruktur (SMI) sebesar Rp12,5 triliun. Sebesar Rp3,5 triliun dari jumlah tersebut bakal cair tahun ini.

"Nah, untuk proyek-proyek tahun ini yang sudah jalan dan tidak bisa didanai karena dialihkan untuk covid-19 akan dibayarkan menggunakan dana PEN," terangnya.

Proyek-proyek tersebut di antaranya pembangunan Jakarta International Stadium, normalisasi kali dan pelebaran kali, pembebasan lahan untuk normalisasi kali, serta pembangunan underpass dan flyover. (OL-14)

BERITA TERKAIT