22 October 2020, 13:54 WIB

AP II Perluas Portofolio ke Sektor Energi Terbarukan


Insi Nantika Jelita | Ekonomi

PT Angkasa Pura (AP) II memperluas portofolio ke sektor energi baru terbarukan (EBT) dan fasilitas kesehatan (faskes). Ini merupakan upaya perseroan dalam menjaga dan meningkatkan kontribusi dari bisnis nonaeronautika dengan memperluas portofolio di tengah pandemi.

President Director PT Angkasa Pura (AP) II Muhammad Awaluddin dalam keterangan tertulis, Kamis (22/10), mengatakan hari ini AP II menandatangani nota kesepahaman (memorandum of understanding/MoU) dengan Ditjen Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi (EBTKE) Kementerian ESDM tentang Penerapan Konservasi Energi dan Pemanfaatan Energi Terbarukan secara Berkelanjutan pada Bandar Udara.

Melalui MoU itu, Awaluddin menyebut bakal ada pembahasan lebih intensif dilakukan dengan Ditjen EBTKE untuk penerapan energi baru terbarukan di bandara yang dikelola perseroan.

Kedua pihak, lanjutnya, bisa melaksanakan penelitian, pertukaran informasi, dan pengembangan teknologi terkait konservasi energi di bandara, pemanfaatan EBT di bandara, peningkatan efisiensi energi, manajemen energi, dan kontribusi penurunan emisi gas.

“Bantuan dari Ditjen EBTKE ini untuk membuat konsep energy management dalam rangka mewujudkan green airport di bandara PT Angkasa Pura II. Untuk pilot project akan dilakukan di Bandara Banyuwangi, Jawa Timur, karena di sana pembangunannya sudah mengadopsi ke arah green airport," jelas Awaluddin.

Di Bandara Soekarno-Hatta, sebutnya, sudah dilakukan pemanfaatan EBT menggunakan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) di atap gedung Airport Operation Control Center (AOCC) dengan kapasitas maksimal 241 kWp. PLTS tersebut menjadi pintu masuk bagi energi baru terbarukan untuk digunakan lebih maksimal di 19 bandara. (OL-14)

BERITA TERKAIT