22 October 2020, 13:40 WIB

Museum Negeri Sumsel Dibuka lagi dengan Prokes Ketat


Dwi Apriani | Nusantara

MUSEUM Negeri Sumatra Selatan atau yang biasa disebut dengan Museum Balaputra Dewa Palembang, kembali dibuka untuk umum. Selama pandemi, museum yang terdapat di Jalan Sriwijaya I KM 5, Kecamatan Sukarami, Palembang, ditutup sejak Maret.

Kini museum tersebut kembali dibuka untuk umum seperti pada umumnya, namun dengan menerapkan protokol kesehatan (prokes) dan membatasi jumlah pengunjung agar tidak terjadi kerumuman.

"Sudah dibuka lagi, memang kita sempat tutup museum selama lima bulan. Mulai Maret hingga Juli kemarin. Tapi sejak Juli pertengahan sudah dibuka meski dibatasi," ungkap Kepala Unit Pelaksana Teknis Dinas (UPTD) Museum Negeri Sumsel, Chandra, Kamis (22/10).

Dijelaskan Chandra, saat ini ada penyesuaian jam operasional museum. Dimana semula jam operasional pada 08.00-16.00 WIB, bergeser menjadi 08.30-15.30 WIB untuk Selasa-Jumat. Kemudian untuk Sabtu-Minggu yang semula beroperasional 09.00-15.00 WIB menjadi 08.30-14.00 WIB.

Khusus Senin dan hari libur nasional, museum tetap tutup. "Walau sudah beroperasi normal, namun ada berbagai perubahan aturan yang kami terapkan kepada para pengunjung. Diantaranya, mereka harus ikuti protokol kesehatan yang dicanangkan pemerintah," ujarnya.

Hal itu dilakukan karena pihaknya tidak mau kecolongan, dimana museum bisa saja menjadi klaster apabila para pengunjung dan pengelola tidak menerapkan prokes. Karena itu mulai dari pintu masuk, pihaknya menyediakan tempat cuci tangan dan sabun.

"Semua pengunjung yang mau masuk wajib cuci tangan dengan sabun. Pengunjung juga wajib mengenakan masker saat masuk dan berada di dalam museum. Lalu di pintu masuk, kita juga melakukan cek suhu para pengunjung. Kita juga menempatkan batas-batas dan jarak bagi pengunjung selama ada di museum," jelasnya.

Ia mengatakan, untuk menarik para pengunjung tetap ke museum meski ditengah pandemi, pihaknya juga mengeluarkan berbagai inisiatif. Diantaranya melakukan berbagai even di museum tersebut. Seperti lomba melukis, lomba  cerdas cermat di museum, pameran, kajian-kajian ilmiah, hingga even lomba tulis untuk jurnalistik.

"Semua kegiatan kita mengacu pada protokol kesehatan. Jadi pengunjung tetap datang dan mengikuti kegiatan namun harus patuhi aturan yang ada. Kegiatan kita ini didukung oleh Pemprov Sumsel dan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI," jelasnya.

Dengan begitu, saat ini jumlah kunjungan di museum pun tetap meningkat. Tercatat sebanyak 10.000 hingga lebih dari 100.000 perbulannya. "Untuk masuk ke museum, kita tetap memberlakukan pembelian tiket, yakni Rp1.000 untuk anak-anak dan Rp2.000 untuk dewasa," pungkasnya. (OL-13)
 

Baca Juga: Korban Semburan Lumpur Blora Dapat Bantuan Kerbau

 

BERITA TERKAIT