22 October 2020, 12:07 WIB

Satgas Covid-19 Cianjur Waspadai Potensi Klaster Pesantren


Benny Bastiandy | Nusantara

SATUAN Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, mewaspadai potensi munculnya klaster baru di lingkungan pendidikan keagamaan. Pasalnya, bagi pesantren yang sudah terverifikasi memenuhi syarat, direkomendasikan Satgas Percepatan Penanganan Covid-19 setempat melakukan kegiatan belajar mengajar secara tatap muka.

Juru Bicara Satgas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Cianjur, Yusman Faisal mengatakan kekhawatiran munculnya potensi klaster di lingkungan pesantren didasari pertimbangan karena para santrinya mondok di tempat pendidikan keagamaan tersebut. Karena itu, kata Yusman, pesantren yang direkomendasikan membuka kembali kegiatan belajar mengajar tatap muka, telah melalui berbagai tahapan verifikasi.

"Bagi pesantren yang sudah membuka kembali belajar tatap muka, kita lakukan supervisi sangat ketat," tegas Yusman kepada wartawan, Kamis (22/10).

Tahapan rekomendasi bagi lingkungan pendidikan yang akan melaksanakan belajar tatap muka diawali permintaan dari pihak sekolah. Selanjutnya tim meninjau ke lokasi untuk melihat berbagai fasilitas dan skema pembelajaran. 

"Kalau ada yang kurang maka harus diperbaiki. Kemudian diwajibkan melakukan simulasi," terangnya.

Tim Satgas Percepatan Penanganan Covid-19 juga memantau skema tata cara penerimaan siswa yang harus memerhatikan protokol kesehatan. Pun skema pembelajaran di dalam kelas yang betul-betul harus memerhatikan jarak antarsiswa.

"Yang jadi perhatian kami itu ketika selesai belajar. Biasanya, kalau selesai belajar itu siswa sering berkerumun. Nah ini jangan sampai teledor pengawasannya," jelasnya.

Begitu juga saat makan siang yang biasanya terakomodir di satu ruangan. Yusman menyarankan agar saat makan siang bersama setiap santri tidak berbicara.

"Selesai makan pakai lagi maskernya," ungkapnya.

Hal lain yang mesti diperhatikan, jelas Yusman, saat para siswa sudah masuk ke lingkungan pendidikan tidak diperbolehkan keluar-masuk. Sehingga semua kebutuhan siswa harus betul-betul terpenuhi.

"Ada di salah satu pesantren yang melakukan transaksi jual-beli sudah menggunakan kartu," sebutnya.

Kegiatan supervisi tidak hanya dilakukan Satgas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Cianjur. Ada keterlibatan Satgas Percepatan Penanganan Covid-19 tingkat kecamatan.

"Kita tidak bergerak sendiri. Sebetulnya, satgas di tingkat kecamatan yang lebih besar melakukan supervisi, porsinya 70%. Kalau satgas kabupaten hanya30%," kata Yusman.

baca juga: Cegah Covid-19, Kota Sorong Berlakukan Jam Malam

Sementara untuk sekolah umum dengan jenjang pendidikan SD, SMP, maupun SMA, jelas Yusman, hingga saat ini belum ada yang direkomendasikan membuka kegiatan belajar mengajar tatap muka. Yusman mengingatkan kepada pihak sekolah, khususnya yang sekarang sedang melaksanakan belajar tatap muka, agar mematuhi segala aturan protokol kesehatan.

"Selalu terapkan pemakaian masker saat beraktivitas, selalu jaga jarak, dan mencuci tangan menggunakan sabun di air yang mengalir," pungkasnya. (OL-3)
 

BERITA TERKAIT