22 October 2020, 11:13 WIB

16 Ribu Petugas KPPS Diturunkan Untuk Pilkada Makassar


Lina Herlina | Nusantara

PEMILIHAN Wali Kota dan Wakil Wali Kota Makassar menurunkan sekitar 16 ribu petugas Kelompok Penyelengara Pemungutan Suara (KPPS), yang akan  bertugas di Tempat Pemungutan Suara (TPS) saat hari pencoblosan, 9 Desember 2020 mendatang. Karena masih masa pandemi Covid-19, Pemerintah Kota Makassar bersama Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Makassar akan melakukan rapid test, atau tes cepat kepada petugas KPPS tersebut.

Penjabat Wali Kota Makassar, Rudy Djamaluddin mengungkapkan 16 ribu KPPS tersebut akan menjalani rapid test di sejumlah Puskesmas yang telah ditetapkan di Kota Makassar pada 14-20 November mendatang.

"Ini merupakan salah satu langkah antisipsi yang dilakukan pihak KPU, agar penyebaran virus korona tidak terjadi saat pelaksaan pemilihan. Dan kami sangat mendukung itu. Aspek kesehatan tentu harus dikedepankan selama Pilkada ini," ungkap Rudy Djamaluddin.

"Saya juga selalu mengingatkan untuk tetap meningkatkan kewaspadaan terhadap wabah covid-19 yang saat ini masih menjadi pandemi dunia, termasuk di Kota Makassar. Tentu dengan cara penerapkan protokol kesehatan, selalu menjaga jarak, mencuci tangan dan jangan lupa pakai masker," sambung Rudy Djamaluddin.

baca juga: Dua Nasution Saling Beradu di Bawaslu

Sementara itu, Ketua KPU Kota Makassar, M Faridl Wajdi menegaskan jika pihak KPU sejak tahapan kembali digelar selalu menekankan agar petugas di lapangan, selalu mengedepankan protokol kesehatan.

"Semua harus saling jaga. Protokol kesehatan utama. Dan sejak awal memang, kami selalu melakukan rapid test untuk semua petugas di lapangan. Jangan sampai mereka menularkan ke warga saat melakukan pendataan dan sejenisnya," tutup Faridl pernah terinfeksi Covid-19. (OL-3)
 

BERITA TERKAIT