22 October 2020, 08:45 WIB

Pemasaran Tol Laut Perlu Ditingkatkan


M Iqbal Ramadhan | Ekonomi

Komisaris Utama PT Pelayaran Nasional Indonesia atau PT PELNI (Persero), Ali Masykur Musa, meminta pemasaran atau marketing dalam program tol laut yang dijalankan Kapal Motor (KM) Logistik Nasional (Lognus) 3 dan 6 untuk ditingkatkan.

Ali Masykur menyoroti kapasitas muat Lognus 6 yang bisa ditingkatkan. Market untuk tol laut masih cukup besar karena kapasitas relatif masih separuh muatan mencapai 160 TEUs relatif terpenuhi.

Pada awal Oktober  Lognus 6 berhasil mengangkut 150 TEUs dari Kepulauan Maluku Utara ke Surabaya.

"Sehingga kami dari Komisaris PT PELNI meminta agar kontrak yang ditandatangani dengan Kementerian Perhubungan terkait trayek dan muatan tol laut harus ditingkatkan walaupun konsekuensinya harus bekerja keras. Jadi jangan target minimal targetnya maksimal yang realistis," kata Ali Masykur saat mengunjungi Lognus 6 di Pelabuhan Trikora, Kabupaten Pulau Tidore, Maluku Utara, Rabu (21/10).

Menurutnya, marketing kepada pengusaha daerah kepulauan maupun pengusaha di kota besar seperti Surabaya yang pulang pergi angkut muat barang harus ditingkatkan. Hal itu dikarenakan pasar memiliki sifat bukan menunggu tetapi diciptakan.

"Karena space masih banyak karena pengangkutan non subsidi menurut saya perlu dipertimbangkan dan ditambah lagi," ujarnya.

Ali Masykur mengungkapkan 2 cara agar menyangkut pengusaha relatif kecil yakni kumpulan pengusaha modal kecil dikumpulkan dalam 1 bendera untuk dimasukkan dalam 1 TEUs.

Selain itu, regulasi Peraturan Menteri Perdagangan (Permendag) Nomor 53 Tahun 2020 tentang Peraturan Menteri Perdagangan (Permendag) Nomor 53 Tahun 2020 Tentang Penetapan Jenis Barang Yang Diangkut Dalam Program Penyelenggaraan Kewajiban Pelayanan Publik Untuk Angkutan Barang Dari Dan Ke Daerah Tertinggal, Terpencil, Terluar, Dan Perbatasan diubah terkait kubikasi dan volume yang ada di dalam TEUs bisa berbagai macam komoditi sehingga meringankan pengusaha kecil dalam meringankan bisnis pengirimannya.

Menurutnya tol laut ini dan KM Lognus sudah sangat teruji membantu masyarakat luas paling tidak menyangkut kebutuhan bahan pokok sudah terbukti meringankan harga yang di daerah kepulauan yang Tertinggal, Terpencil, dan Terluar (3T).

"Menurut saya ide tol laut merupakan ide yang sangat bagus dari Presiden Joko Widodo, tinggal pengembangan berikutnya aturan penyesuaian di lapangan," jelasnya.

Dikesempatan yang sama Kapten Kapal Lognus 6, Drajat Dwi A, mengungkapkan KM Lognus 6 yang mulai beroperasi September 2020 memiliki lebar 21 meter dan panjang 122,2 meter.

"Lognus 6 bisa memuat 660 TEUs dengan rincian in hold atau di dalam palka 265 TEUs dan on deck atau di atas palka 395 TEUs," ungkapnya. (E-1)

BERITA TERKAIT