22 October 2020, 02:50 WIB

Survei: Danny Pomanto-Fatmati Rusdi Unggul di Pilkada Makassar


Lina Herlina | Nusantara

PEMILIHAN Kepala Daerah (Pilkada) Kota Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel) diyakini akan berjalan ketat Semua pasangn calon terus berusaha agar terpilih menjadi orang nomor satu di ibu kota Provinsi Sulawesi Selatan ini.

Rabu (21/10), Saefulmujani Research and Consulting (SMRC) merilis hasil survei untuk Pilkada Makassar 2020, menggunakan 410 sampel dengan metode multistage random dan margin error lebih kuran 5 persen dan hasilnya pasangan yang diusung Partai NasDem dan Gerindra, Mohammad Ramdhan 'Danny' Pomanto-Fatmati Rusdi masih menduduki survei tertinggi sebesar 41,9 persen.

Pada survei yang dilakukan pada 21-25 September 2020 lalu itu, setelah pasangan Danny-Fatma, urutan kedua adalah pasangan Munafri Arifuddin-Abdul Rahman Bando sebesar 17,8 persen, lalu Syamsu Rizal-Fadli Ananda 16,6 persen dan terakhir Irman Yasin Limpo-Andi M Zunnun sebesar 6,8 persen. Serta yang belum menentukan pilihan 16,9  persen.

Meski demikian, Direktur Riset SMRC, Deni Irvani mengatakan, potensi  pemenang pasangan calon, ada pada sebulan terakhir masa kampanye. Dan  kampanye sendiri masih ada sebulan lebih.

"Tapi elektabilitas ini  sebenrnya sudah menguntungkan. Hanya saja pemilih kita bukan pemilih yang loyal," sebutnya.

Menurut Deni, meski peluang Danny Pomanto besar, dengan elektabilitas tinggi, treatment kampanye ke depan tetap menjadi penentu pemilih. Karena dari hasil survei, masih ada 49 persen yang bisa saja mengubah pilihan.

"Mereka ini masih lihat-lihat. Hampir 50 persen yang ada dalam survei itu masih bisa berubah, tergantung efektif tidaknya mereka semua  melakukan sosialisasi atau kampanye," lanjut Deni.

Melihat hasil survei itu, Pengamat Politik Universitas Hasanuddin, Andi Ali Armunanto mengatakan, jika hasil survei yang dikeluarkan SMRC, tidak  jauh berbeda dengan hasil survei lembaga lain. "Yang paling menentukan  pada survei adalah metodologi yang digunakan," katanya.

Ali menyebutkan, hasil survei yang menyebutkan banyaknya yang masih bisa berubah. "Mereka yang kemungkinan berubah itu biasanya mereka yang masih  mudah dan selalu masih melihat-lihat," tutup Ali. (R-1)

 

BERITA TERKAIT