21 October 2020, 17:50 WIB

Sinergi Perkuat Kapasitas Perempuan Pelaku Koperasi


Suryani Wandari Putri | Humaniora

Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Bintang Puspayoga mengatakan potensi perempuan Indonesia yang dikenal telaten, mandiri, dan pantang menyerah dapat menjadi modal utama sebagai wirausaha yang sukses dan perempuan berdaya.

Ia menjelaskan, jika perempuan bersinergi untuk mengembangkan pengetahuan dan keahlian niscaya pasti bisa bersaing dan beradaptasi dengan perkembangan yang ada saat ini, termasuk dalam hal memperkuat peran dan usaha koperasi wanita.

Baca juga: Percepat Penurunan Stunting, Perlu Kolaborasi Multisektoral

"Dengan menyatukan kekuatan lah, perempuan dapat memberikan sumbangsih terbaiknya demi pembangunan bangsa menuju perempuan berdaya, Indonesia maju," tutur Menteri Bintang. dalam pembukaan FGD Kampung Koperasi Menuju Modernisasi Koperasi, Selasa (20/10).

Ia melanjutkan, saat ini Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemen PPPA) diberikan mandat oleh Presiden Republik Indonesia Joko Widodo untuk menjalankan 5 isu prioritas agar diselesaikan dalam 5 tahun ke depan, salah satu isu prioritas dimaksud adalah peningkatan pemberdayaan perempuan dalam kewirausahaan. Oleh karena itu, Kemen PPPA terus berusaha untuk membangun sinergi, khususnya dengan organisasi-organisasi yang membawahi para pengusaha perempuan dan meningkatkan kapasitas perempuan-perempuan Indonesia dalam berwirausaha.

Pemetaan

Sekretaris Kementerian Koperasi dan UKM, Rully Indrawan mengatakan kegiatan FDG ini merupakan upaya pemetaan berbagai persoalan yang dihadapi kelompok perempuan dalam kegiatan ekonomi. "Pemberdayaan perempuan dalam bidang ekonomi sangatlah penting, tidak hanya bagi negara, tetapi sebenarnya juga bagi diri sendiri dan ketahanan keluarga. Saya bangga melihat semangat yang luar biasa dari ibu-ibu yang mencoba mengekspresikan kemampuan masing-masing terutama untuk berperan dalam bidang ekonomi," tutur Rully.

Rully pun mengatakan, upaya memperkuat kelembagaan ekonomi kelompok perempuan harus dilakukan bersama-sama bergandengan tangan. Sebab dirinya yakin dan percaya kolaborasi lintas sektor dalam rangka membantu UMKM, terutama untuk mengahadapi masa pandemi akan lebih mudah untuk dapat mencapai tujuan bersama.

Momentum

Sementara itu, Sekretaris Daerah Kabupaten Bekasi, H. Uju mengapresiasi atas terselenggaranya kegiatan FDG hari ini, sebab akan menjadi momentum titik balik kebangkitan koperasi pasca pandemi Covid-19 khususnya yang dikelola oleh perempuan. Ia berharap kegiatan serupa dapat lebih banyak lagi dilakukan guna mendukung pembangunan sektor ekonomi perempuan di Kabupaten Bekasi melalui koperasi.

"Kami yakin koperasi menjadi pilihan tepat bagi kaum perempuan untuk meningkatkan perekonomian keluarga. Tentunya upaya ini harus didukung dengan penguatan dan peningkatan keterampilan perempuan pengelola koperasi," ujar Uju.

Baca juga: Inilah Kinerja Task Force Covid-19 di Provinsi Prioritas

Dalam kesempatan ini Bintang melakukan kunjungan lapangan ke Koperasi Alisa Khadijah yang merupakan pengrajin daur ulang sampah (bank sampah), UKM Neng Pawon (mengolah stik jengkol, akar kelapa, biji ketapang, Kentang Mustafa), dan Gerai Bunda Sugi (pusat oleh-oleh khas Kabupaten Bekasi yang diproduksi Koperasi Alisa Khadijah dan UKM Neng Pawon).

Menteri Bintang juga sekaligus berdialog dengan pelaku penghasil produk UKM GBS dan Pelaku UMKM yang memproduksi batik, handycraft, dan kudapan  frozen yang menerima bantuan Program PNM Mekar.(H-3)

BERITA TERKAIT