21 October 2020, 17:27 WIB

Osiris-Rex Bawa Pulang Batu Asteroid Bennu


Wisnu AS | Teknologi

SETELAH perjalanan empat tahun, pesawat ruang angkasa robotik NASA, Osiris-Rex, mendarat sebentar di permukaan asteroid, Bennu, Selasa (20/10). Pesawat ini bertujuan mengumpulkan sampel bebatuan dan debu dalam operasi sejauh 200 juta mil (330 juta kilometer) dari Bumi.

Lockheed Martin Space di Denver, Colorado, Amerika Serikat, mengatur manuver yang disebut touch-and-go atau TAG.Pada pukul 18.12 waktu setempat, seorang penyiar mengatakan, "Touchdown diumumkan. Pengambilan sampel sedang berlangsung." Para ilmuwan langsung melakukan perayaan.

Misi itu terbilang bersejarah karena pembuatan Osiris-Rex selama 12 tahun. Pesawat mengambil muatan dari Bennu setidaknya 60 gram (dua ons). Ilmuwan berharap itu akan membantu mengungkap asal-usul tata surya kita.

Jika Osiris-Rex berhasil pulang pada September 2023, ia akan mengumpulkan sampel terbesar yang kembali dari luar angkasa sejak era Apollo.

"Kami pikir kami sebenarnya mungkin akan kembali dengan gambaran bayi tentang seperti apa tata surya itu, seperti apa kimiawi kita, miliaran tahun yang lalu," kata ilmuwan NASA Michelle Thaller.

"Kami sedang mencari asal usul kita sendiri di luar sana. Itulah mengapa kami telah melangkah sejauh ini untuk membawa kembali sedikit dari Bennu."

Kecepatan pesawat ruang angkasa seukuran van besar itu melambat menjadi hanya 10 sentimeter (empat inci) per detik pada fase terakhir penurunannya ke kawah Nightingale di kutub utara asteroid. Diameter kawah sekitar 490 meter. Untuk perbandingan ukuran, itu hanya sedikit lebih besar dari gedung Empire State.

Osiris-Rex menurunkan lengan robotiknya ke zona target yang hanya berdiameter delapan meter lalu menembakkan nitrogen bertekanan untuk mengaduk bahan permukaan dan menangkap sampelnya. Kemudian pesawat ruang angkasa itu menembakkan pendorongnya untuk mundur dari permukaan Bennu.

Gambar pertama akan tersedia pada Rabu (21/10). "Kami harus menunggu hingga Sabtu untuk mengetahui Osiris-Rex telah berhasil atau tidak mengumpulkan jumlah debu yang diinginkan."

Jika ternyata tidak cukup mengumpulkan sampel, pesawat luar angkasa itu akan pergi lagi pada 12 Januari 2021. Sasarannya daerah lain yang relatif bebas batu di dekat khatulistiwanya.

Para ilmuwan tertarik menganalisis komposisi asteroid di tata surya karena terbuat dari bahan yang sama dengan pembentuk planet. "Ini menceritakan sejarah seluruh Bumi kita, tentang tata surya selama miliaran tahun terakhir," kata kepala ilmuwan NASA, Thomas Zurbuchen.

Tidak semua sampel akan segera dianalisis. Contohnya, yang dibawa kembali dari Bulan oleh astronot Apollo baru dibuka NASA setelah 50 tahun kemudian.

NASA memilih asteroid itu karena letaknya yang dekat dan kuno. Para ilmuwan menghitung bahwa Bennu terbentuk dalam 10 juta tahun pertama dari sejarah tata surya kita atau 4,5 miliar tahun yang lalu.

Setelah Osiris-Rex mencapai batu tersebut pada akhir 2018, tim proyek terkejut menerima foto-foto yang menunjukkan bahwa batu tersebut tertutup kerikil dan batu-batu besar yang terkadang setinggi 30 meter. Tahun lalu, Jepang menjadi negara pertama yang menyentuh asteroid setelah penyelidikan Hayabusa2 mengumpulkan beberapa debu dari Ryugu dan sekarang dalam perjalanan pulang. (AFP/OL-14)

BERITA TERKAIT