21 October 2020, 15:20 WIB

PSBB Transisi Berpotensi Meningkatkan Paparan Covid-19


 Hilda Julaika | Megapolitan

WAKIL Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria membenarkan jika pelonggaran aktivitas di tengah PSBB Transisi ini berpotensi meningkatkan paparan covid-19. Dengan warga lebih berpotensi melakukan aktivitas ke luar rumah sehingga potensi interaksi dan kerumunan juga meningkat.

“Jadi memang setiap ada pelonggaran itu artinya potensi orang keluar rumah meningkat. Potensi orang interaksi juga meningkat, bahkan potensi orang kerumunan juga meningkat. Dan pada akhirnya potensi orang yang terpapar juga bisa meningkat,” kata Riza di Jakarta, Rabu (21/10).

Sehingga pihaknya tetap menyarankan agar warga Jakarta tetap untuk diam di rumah. Karena rumah adalah tempat terbaik dan teraman saat ini. Terlebih untuk anak di bawah usia 9 tahun dan orang tua di atas 60 tahun ke atas.

“Untuk itu, kami minta tempat yang terbaik bagi kita tetap di rumah. Terlebih bagi anak-anak di bawah 9 tahun, orang tua di atas 60 tahun. Siapapun lebih baik di rumah,” jelasnya.

Sementara itu, jika harus beraktivitas ke luar rumah jika memang ada hal yang penting dan genting. Sementara itu, jika masih bisa dilakukan di rumah maka lebih baik diam di rumah.

“Dan kalau ke luar rumah adalah sesuatu yang sangat penting dan genting. Sejauh dapat dilakukan di rumah ya di rumah. Umpanya beribadah bisa di rumah saja dulu. Gak mesti harus ke rumah ibadah, gak masalah. Kalau ke sana harus dipastikan rumah ibadahnya bersih, steril, ada wastapel, disinfektan, berjarak, semuanya menggunakan masker, tak ada karpet, selalu dibersihkan, ada petugas, bahkan didaftar,” ungkapnya.

Hal yang sama pun untuk warga yang perlu bekerja. Perkantoran atau badan usaha harus memastikan ada pembatasan. Selain itu, pengaturan shift kerja, pulang, pergi, dan istirahat harus diatur dengan baik. Tujuannya untuk menghindari penumpukan dan kerumunan. (Hld/OL-09)

BERITA TERKAIT