21 October 2020, 14:35 WIB

Inilah Kinerja Task Force Covid-19 di Provinsi Prioritas


Atikah Ishmah Winahyu | Humaniora

Kementerian Kesehatan (Kemenkes) telah membentuk tim Task Force Covid-19 (TFC) sebagai upaya mewujudkan sinergi, dukungan, dan pendampingan kepada 12 provinsi prioritas yang memiliki kasus terbanyak covid-19 di Indonesia. Provinsi tersebut yaitu DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Surabaya, Bali, Sumatera Utara, Sulawesi Selatan, Kalimantan Selatan, Aceh, Riau, dan Banten.

Sekretaris Jenderal Kementerian Kesehatan Oscar Primadi mengatakan, pembentukan TFC bertujuan untuk menurunkan jumlah kasus, menurunkan angka kematian akibat covid-19, meningkatkan angka kesembuhan, meningkatkan disiplin masyarakat dalam pencegahan covid-19, dan meningkatkan kesesuaian data antara pemerintah pusat dan daerah.

Baca juga:Faskes Diminta Patuhi Ketentuan Tarif Swab Tes

“Kita beri pendampingan ke daerah agar daerah punya semangat yang sama dengan pusat, kita punya pemahaman yang sama, standar intervensi yang sama terhadap apa yang harus dilakukan,” kata Oscar dalam Press Briefing Kinerja Tim Task Force Kementerian Kesehatan, Rabu (21/10).

Adapun kegiatan yang telah dilakukan oleh tim TFC yaitu kunjungan lapangan tahap pertama ke provinsi prioritas, pada 16-26 September 2020. Kemudian ada kunjungan khusus di daerah Jabodetabek untuk memantau daerah-daerah penyangga ibu kota pada 1-10 Oktober 2020. Selanjutnya, kunjungan lapangan tahap dua ke provinsi prioritas pada 5-17 Oktober 2020. Rencananya, kunjungan lapangan tahap tiga akan dilakukan pada akhir Oktober.

Kunjungan

Oscar menjelaskan, selama kunjungan lapangan, tim TFC melakukan sejumlah kegiatan seperti memantau managemen kasus dan tata kelola di daerah, menguatkan pelaksanaan 3T (testing, tracing, dan treatment), meninjau penerapan protokol kesehatan, memantau ketersediaan logistik seperti masker, hand sanitizer, APD, alat kesehatan, obat-obatan, hingga vitamin. Kemudian me-review upaya promotif dan preventif yang dilakukan daerah, memantau pola rujukan pasien covid-19, memeriksa ketersediaan sarana prasarana pelayanan di rumah sakit, termasuk kompetensi dan ketersediaan SDM tenaga kesehatan di daerah, serta mensinergikan data dan informasi kasus terkonfirmasi, angka kesembuhan, dan angka kematian.

“Kita lihat bahwa di beberapa provinsi ada peningkatan jumlah rumah sakit rujukan covid-19 meningkat, seperti di DKI Jakarta meningkat 31 rumah sakit, Jawa Tengah bertambah 5 rumah sakit, Bali 2 rumah sakit, dan Sumatra Utara 1 rumah sakit. Semua memang kita komunikasikan bersama tentang bagaimana upaya menambah sarana prasarana yang dibutuhkan,” ujarnya.

Oscar menjelaskan, setelah tim TFC melakukan intervensi ke 12 provinsi prioritas, ditemukan bahwa keterisian tempat tidur isolasi dan ICU covid-19 pada beberapa provinsi cenderung menurun jika dibandingkan kondisi sebelum 15 September 2020. Tingkat kesembuhan semakin membaik, angka kematian di sejumlah provinsi sudah mengalami penurunan, meski masih ada beberapa provinsi yang masih membutuhkan pendampingan.

“Terjadi penurunan keterpakaian tempat tidur isolasi dan ICU rumah sakit. Saat ini sudah di bawah 60 persen, jadi tidak lagi membludak, tidak lagi mengkhawatirkan dari sisi ketersediaan,” imbuhnya.

Ke depan, tim TFC akan terus memantau perkembangan di 12 provinsi prioritas tersebut, sehingga diharapkan jumlah kasus positif dan angka kematian terus menurun, serta angka kesembuhan semakin meningkat.

Angka kesembuhan

Dalam kesempatan yang sama, Kepala Dinas Kesehatan Jawa Tengah Yulianto Prabowo, mengungkapkan, tren angka kesembuhan di Jawa Tengah saat ini semakin meningkat dari 64,36% di minggu ke-35 menjadi 80,37% pada minggu ke-42. Kemudian, angka kematian semakin menurun dari minggu ke-35 7,18% menjadi 5,44% pada minggu ke-42.

“Dari dua indikator ini sebenarnya di baliknya itu ada upaya yang luar biasa dari hulu sampai hilir, mulai dari perilaku masyarakat smpai pelayanan kesehatan primer di puskesmas, klinik, dan sebagainya. Kemudian meningkatkan surveillance, tracing ,test, termasuk rujukan ke rumah sakit, kualitas dan akses rujukan ke rumah sakit semakin meningkat, SDM ditingkatkan, alat kesehatan serta prosedurnya, dan ini juga mendapat pendampingan dari tim TFC,” tuturnya.

Selain itu, kinerja pemeriksaan laboratorium PCR di 19 rumah sakit rata-rata per hari sudah melebihi target, yaitu mencapai 6.044 test atau 121%. Kasus positif yang masih dirawat di rumah sakit saat ini tinggal 1.693 orang atau 5,45% dan kasus positif yang menjalani isolasi mandiri tinggal 1.879 orang atau 6,05%.

Kemudian, situasi covid-19 di Jawa Timur hingga 20 Oktober 2020, pasien covid-19 yang masih dalam perawatan mencapai 2.536 orang atau 5,13%, angka kematian 7,24% dan konfirmasi sembuh mencapai 87,63%. Sedangkan jumlah pemeriksaan PCR telah mencapai 443.029 orang dengan jumlah testing harian mencapai 4.000-5.000 test.

“Kondisi di Jawa Timur 50% sudah zona kuning dan angka kesembuhan Jawa Timur cukup bagus yaitu 87,63%,” tutur Kepala Dinas Kesehatan Jawa Timur Herlin Ferliana.

Test PCR makin meningkat target 1rb pemeriksaan di setiap 1 jt penduduk per minggu sudah tercapai di Jateng targetnya adl 491 pemeriksaan per haari atau kita bulatkan 5rb test pcr per hari rata2 sdh lebih dari 6rb test per hari.

Sedangkan situasi covid-19 di Sulawesi Selatan per 20 Oktober 2020, kasus positif yang masih aktif saat ini mencapai 2.015 orang atau 11,5%, angka kesembuhan meningkat dari sebelumnya, 14 Oktober 84,3% menjadi 86%, angka kematian turun dari 14 Oktober 2,6% menjadi 2,5%, dan tingkat positivity rate mencapai 5,7%.

“Positivity rate kita masih sedikit di atas standar WHO, 0,7% kita berupaya dengan meningkatkan pemeriksaan swab,” tandas Kepala Dinas Kesehatan Sulawesi Selatan Muhammad Ichsan Mustari. (H-3)

BERITA TERKAIT