21 October 2020, 13:44 WIB

Kalsel Ajukan Penambahan Kuota Gas Bersubsidi


Denny Susanto | Nusantara

PEMERINTAH Provinsi Kalimantan Selatan akan mengajukan penambahan kuota gas elpiji bersubsidi 3 kilogram seiring semakin meningkatnya konsumsi masyarakat hingga menyebabkan terjadinya kelangkaan.

"Pemerintah daerah terus berupaya mencari solusi untuk stabilitasi ketersediaan gas elpiji 3 kilogram yang sering mengalami kelangkaan," kata Penjabat Sekretaris Daerah Kalsel Roy Rizali Anwar, Rabu (21/10).

Terkait hal ini, Pemprov Kalsel menggelar rapat koordinasi dengan melibatkan instansi terkait termasuk pihak Pertamina dan DPR RI.

Ketua Hiswanamigas Kalsel Saibani bersama Pertamina telah melakukan operasi pasar gas melon sejak Agustus, namun kondisi kelangkaan belum bisa teratasi. Saibani mengakui pandemi virus korona yang berimbas pada ekonomi masyarakat juga ikut mempengaruhi konsumsi gas, banyak warga kini beralih menggunakan gas melon.

Konsumsi gas tiga kilogram naik 25-30%. Karena itu, Hiswanamigas meminta Pertamina mengevaluasi angka kebutuhan gas elpiji tiga kilogram di tengah masyarakat ini.

Berdasarkan data Pertamina MOR VI Kalimantan, kuota gas 3 kilogram bersubsidi di Kalsel sebanyak 89 ribu metrik ton per tahun. Hingga September 2020, sudah over distribusi 28%.

Baca juga:  Warga Desa di Kalsel Tolak Perkebunan Sawit

Anggota DPR RI Dapil Kalsel Syaifullah Tamliha menjelaskan pemerintah berencana meningkatkan kuota gas subsidi dari 6,5 juta menjadi 7,5 juta metrik ton pada tahun 2021.

"Kita minta Pemprov Kalsel segera mengajukan permintaan tambahan kuota kepada Menteri ESDM, dalam hal ini Dirjen Migas dan BPH Migas yang ditembuskan kepada DPR RI," kata Syaifullah.

Pihaknya berharap kedepan adanya pemerataan distribusi gas elpiji 3 kilogram di Kalsel. Rasio konsumsi elpiji 3 kilogam di Kalsel sekarang 2,2 tabung per penerima, masih bisa ditingkatkan menjadi 4-5 tabung seperti yang diterima orang miskin di Pulau Jawa.

Namun sangat penting agar Pemprov Kalsel meningkatkan pengawasan distribusi agar tepat sasaran. Saat ini jumlah keluarga sasaran yang berhak menerima gas subsidi ini sebanyak 314 ribu keluarga tetapi belum termasuk keluarga yang jatuh miskin akibat pandemi covid -19.(OL-5)

BERITA TERKAIT