21 October 2020, 12:53 WIB

Terkoreksi Tipis di Sesi 1, Penguatan IHSG Berpotensi Terhambat


Fetry Wuryasti | Ekonomi

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada sesi 1 perdagangan Rabu (21/10) ditutup terkoreksi 2,99 poin (-0,059%) pada level 5.096,85. Pagi ini IHSG dibuka pada level 5.116,79.

"Indeks tampak sedang mengalami konsolidasi dan berpeluang berlanjut dengan bergerak menuju resistance level 5,175. Garis stochastic cenderung melemah berpotensi menghambat laju penguatan indeks. Hari ini diperkirakan indeks kembali fluktuatif, cenderung menguat terbatas," kata Analis Mega Sekuritas Danny Eugene, Rabu (21/10).

Sentimen pasar dari dalam negeri antara lain realisasi Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) sepanjang Januari-September 2020 mengalami kontraksi 13,6% secara year on year (yoy).

Ini terjadi karena penurunan harga dan volume pada komoditas minyak dan gas (migas) serta batubara. Realisasi penerimaan PNBP sampai akhir September 2020 hanya Rp260,9 triliun.

Pada periode yang sama tahun lalu, PNBP capai Rp301,8 triliun. Secara rinci, penerimaan PNBP dari SDA sebesar Rp72,9 triliun di sepanjang Januari-September 2020 atau tumbuh negatif 33,5% yoy. Untuk penerimaan SDA Migas sebesar Rp53,3 triliun, kontraksi 37,4% yoy. PNBP non-migas sebesar Rp19,6 triliun, atau mengalami kontraksi 19,6% dibanding Januari-September 2019.

Ketidakpastian besaran cukai rokok 2021 menjadi katalis negatif bagi pasar saham Indonesia, khususnya emiten rokok. Pemerintah awalnya berencana menetapkan besaran cukai pada akhir September. Namun Dirjen Bea & Cukai Kementerian Keuangan Heru Pambudi menyatakan Pemerintah masih perlu tambahan waktu untuk memutuskan. (E-3)

BERITA TERKAIT